Graffiti sering dipandang sebagai coretan di dinding penuh “sumpah serapah dan protes” yang (dianggap) “merusak” keindahan” kota. Namun jalan inilah yang dipilih Shinko Akitado Siburian dan anak-anak Hand Job Crew: Soul Fourtheen, Note Two, dan Stylus dalam mengekspresikan kreativitas seni mereka.
Lewat “coretan” bertema Go Green yang dibikin mereka di sudut tembok tepi sungai kawasan Jalan Jend. Gatot Subroto (dekat simpang Kapten Muslim) Medan, mereka menyampaikan pesan sosial dan kepedulian mereka pada lingkungan yang lestari. Di media tembok mereka mencurahkan ekspresi seni spray paint untuk mengingatkan ancaman global warming yang membuat Bumi semakin meringis.
Berlangsung selama dua hari, pada 4 – 5 Agustus lalu, aksi graffiti Go Green ini juga difilmkan dalam bentuk dokumenter yang dibagikan untuk menyuarakan aspirasi seni kreativitas mereka. “Kami ingin mengubah imej negatif terhadap graffiti… semoga ini bisa mencitrakan graffiti yang positif dan mengingatkan setiap orang untuk semakin peduli pada lingkungan,” ujar Shinko.
Graffiti yang mereka buat terdiri dari bentangan pulasan warna alam dengan fokus obyek utama berupa pohon yang menyangga bola dunia!
Mungkin pesan yang mereka sampaikan cukup jelas. Seperti juga seniman graffiti dan mural misterius dunia bernama Banksy, yang memilih jalan “coretan di dinding” untuk membuka mata dunia!* (foto: Dok.Shinko – Hand Job Crew)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












