CPO Diprediksi Akan Tembus US$ 100
11/10/2010 in Business
Harga crude palm oil (CPO) yang kini dirasakan bertahan cukup tinggi di kisaran US$ 900 per metrik ton, diprediksi bakal menembus posisi US$ 1.000 per metrik ton. Perkiraan adanya lonjakan permintaan, namun tidak diimbangi dengan suplai produksi minyak sawit mentah itu di pasar komoditi membuat harga akan mencapai level tertinggi sepanjang tahun 2010.
“Harga sebenarnya sudah bertahan cukup tinggi di Eropa berkisar US$ 900 per metrik ton. Kemarin (8/10-red), harga CIF Rotterdam di posisi US$ 945 per metrik ton. Sebelumnya bervariasi di US$ 930 per metrik ton,” kata Dewan Penasehat Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Derom Bangun, di Medan, (11/10/2010).
Menurut Derom, penguatan harga sudah mulai dirasakan sejak Agustus lalu, seiring meningkatnya permintaan atas komoditi itu. Peningkatan signifkan, sambung dia, paling dirasakan dari pasar India dan Cina. Kedua negara itu sangat dominan dari sisi permintaan, karena tak lepas dari pulihnya kondisi perekonomian negara berpenduduk besar tersebut.
“Krisis ekonomi di tahun 2008 di Amerika Serikat tampaknya mulai teratasi. Pertumbuhan ekonomi pulih lebih baik, permintaan minyak makin baik. Sementara itu, imbangan produksi makin tak seimbang,” tukasnya.
Dijelaskannya, sebelumnya permintaan minyak nabati dunia bisa ditutupi dari sumber lainnya seperti kedelai dan canola. Namun, Brazil salah satu produsen minyak nabati lainnya cenderung memakai jagung, sebagai bahan baku bio etanol.
“Luas tanaman kedelai tak tambah malah dikonversi ke tanaman jagung. Canola juga diserap habis untuk penggunaan bio diesel di Eropa, karena dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan kelapa sawit. Diperkirakab mengurangi emisi gas di atas 35 persen, sedangkan sawit 19 persen,” terangnya.
Kurangnya perimbangan produksi canola untuk suplai pangan, di tengah lonjakan permintaan membuat CPO menjadi pilihan. Naiknya harga CPO juga diperkuat adanya prediksi permintaan akhir tahun yang terus naik, dan penurunan produksi Malaysia dan Indonesia, akibat cuaca.
“Ada siklus tertentu untuk produksi CPO. Pada November hingga Desember biasanya, produksi turun. Jika terjadi penurunan produksi seperti biasanya, dan permintaan naik maka diperkirakan harga bisa mencapai US$ 1.000 per metrik ton,” imbuh mantan Ketua Gapki Sumut ini.
Produksi CPO nasional di sepanjang tahun 2010 diperkirakan berada di 21-22 juta ton atau rata-rata 1,8 juta ton per bulan. Pada periode November hingga Desember, permintaan cenderung tambah 40 persen dari biasanya.
Popularity: 1% [?]












