Dalam beberapa dekade terakhir, ada tren wisata belanja di Canal Street, New York, Amerika Serikat. Namun yang membedakannya, di sepanjang jalan ini kamu akan menemukan beragam tas-tas replika dari keluaran rumah mode ternama. Jadi, jangan kaget jika di sana kamu akan menemukan banyak penjual yang menjajakan tas Gucci, LV, Givenchy, hingga Hermes. . Tas-tas ini terlihat sangat mirip seperti aslinya. Bahkan, tas tersebut juga memiliki tingkatan-tingakan seperti ‘super fake’, ‘triple-A fake’, atau ‘line-for lines’. Di Indonesia, istilah ini lebih akrab dikenal dengan istilah tas KW, KW Premium hingga KW Super. . Kondisi ini pun semakin berkembang dengan adanya situs seperti Rebag. Dilansir Forbes, situs ini memungkinkan orang-orang menjual kembali tas bermerek mereka hanya dalam hitungan menit saja. Hingga tak dapat dipungkiri, ada saja penjual iseng yang mengklaim tasnya asli tetapi nyatanya palsu. . Lantas, mengapa tas-tas branded tersebut hampir sulit dikenali kepalsuannya? . Dilansir Vogue UK, rupanya tas tiruan berkualitas tinggi tersebut dibuat di pabrik yang sama dengan tas asli. Hal ini menjadi fenomena yang cukup masuk akal, karena banyak tas lansiran rumah mode mewah yang memindahkan produksi tas mereka ke China dan India. . Para oknum pemalsu tersebut semakin pintar. Mereka merilis tas-tas palsu tersebut dengan waktu yang hampir berdekatan atau bahkan bersamaan dengan tas asli. Bahkan, para pemalsu dapat memproduksi model yang sesuai dengan musim rilisnya. Tak hanya itu saja, para pemalsu tas tersebut tidak segan untuk mengklaim bahwa tas yang mereka jual berasal dari pabrik yang sama dengan tas yang asli, hanya bengkelnya saja yang berbeda. . Sumber : https://m.kumparan.com/@kumparanstyle/membedakan-tas-branded-asli-dan-palsu-kini-semakin-sulit

Dalam beberapa dekade terakhir, ada tren wisata belanja di Canal Street, New York, Amerika Serikat. Namun yang membedakannya, di sepanjang jalan ini kamu akan menemukan beragam tas-tas replika dari keluaran rumah mode ternama. Jadi, jangan kaget jika di sana kamu akan menemukan banyak penjual yang menjajakan tas Gucci, LV, Givenchy, hingga Hermes.
.
Tas-tas ini terlihat sangat mirip seperti aslinya. Bahkan, tas tersebut juga memiliki tingkatan-tingakan seperti ‘super fake’, ‘triple-A fake’, atau ‘line-for lines’. Di Indonesia, istilah ini lebih akrab dikenal dengan istilah tas KW, KW Premium hingga KW Super.
.
Kondisi ini pun semakin berkembang dengan adanya situs seperti Rebag. Dilansir Forbes, situs ini memungkinkan orang-orang menjual kembali tas bermerek mereka hanya dalam hitungan menit saja. Hingga tak dapat dipungkiri, ada saja penjual iseng yang mengklaim tasnya asli tetapi nyatanya palsu.
.
Lantas, mengapa tas-tas branded tersebut hampir sulit dikenali kepalsuannya?
.
Dilansir Vogue UK, rupanya tas tiruan berkualitas tinggi tersebut dibuat di pabrik yang sama dengan tas asli. Hal ini menjadi fenomena yang cukup masuk akal, karena banyak tas lansiran rumah mode mewah yang memindahkan produksi tas mereka ke China dan India.
.
Para oknum pemalsu tersebut semakin pintar. Mereka merilis tas-tas palsu tersebut dengan waktu yang hampir berdekatan atau bahkan bersamaan dengan tas asli. Bahkan, para pemalsu dapat memproduksi model yang sesuai dengan musim rilisnya. Tak hanya itu saja, para pemalsu tas tersebut tidak segan untuk mengklaim bahwa tas yang mereka jual berasal dari pabrik yang sama dengan tas yang asli, hanya bengkelnya saja yang berbeda.
.
Sumber : https://m.kumparan.com/@kumparanstyle/membedakan-tas-branded-asli-dan-palsu-kini-semakin-sulit

#Medan #lifestyle #tas #Berita #MedanTalk

Berita Cerita Kota Medan

Video posted

Untuk informasi pasang iklan , cek sponsors dan informasi lowongan kerja cek KarirGram.com

Follow our social media: Instagram , Facebook & Twitter @medantalk for instant updates and please share our posts

Leave a Reply