Derom Bangun, dikenal sebagai pribadi yang sangat konsern terhadap pengembangan industri perkelapasawitan Indonesia, meluncurkan buku memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia.
Diluncurkan di Jakarta, 27 September lalu, acara itu dihadiri Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, mantan Mentan Bungaran Saragih dan kalangan pebisnis perkelapasawitan di Indonesia.
Mantan Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) ini ketika ditemui di kediamannya Jalan Majapahit nomor 136 Medan, Derom mengatakan, buku ini didedikasikan buat para pengusaha dan petani kelapa sawit di seluruh tanah air.
“Buku ini ditulis karena dorongan dan keyakinan yang kuat bahwa pengalaman yang unik dan panjang dalam perkebunan dan industri minyak sawit akan bermanfaat bagi generasi penerus serta pemangku kepentingan kelapa sawit,” ucap pria kelahiran Kampung Payung Tanah Karo, 70 tahun silam ini, Senin (11/10/2010), di rumahnya.
Lewat memoar tersebut, bekas Ketua Kadin Indonesia Komite India ini juga mengangkat keberhasilan Malaysia dan Indonesia sebagai penghasil minyak sawit utama di dunia yang bersama-sama menghasilkan 83 persen, produksi minyak sawit dunia.
Buku yang ditulis Bonnie Triyana, seorang sejarawan sekaligus pemimpin Redaksi Majalah Historia Online ini, juga mengisahkan berbagai problema yang dihadapi sawit Indonesia dan tantangannya di panggung sawit internasional, seperti masalah lingkungan, pemanasan global, sengketa sosial yang mesti dihadapi dengan cara diplomatis dan tidak emosional.
Jusuf Kalla yang berkesempatan menulis testimoni dalam buku itu mengemukakan, salah satu catatan penting yang dia rekam adalah keberhasilan delegasi RI yang dipimpin Derom Bangun bernegosiasi dengan pemerintah India, mengubah kriteria kandungan beta karoten dalam CPO.
“Keberhasilan itu berpengaruh positif terhadap kinerja ekspor CPO Indonesia ke pasar India,” kata JK, masih dalam testimoninya pada buku lulusan Institut Teknologi Bandung itu.
JK yang mengaku kenal Derom sejak tahun 1999 menuturkan, bahwa sosok pria yang aktif di RSPO itu tidak pernah keluar dari industri sawit. Dia, sebut JK, tak hanya menyaksikan pertumbuhan industri minyak sawit Indonesia, tetapi juga menjadi pemikir yang disegani dan salah aktor penting membatu mendorong pertumbuhan industri dan membentenginya dari serangan berbagai pihak.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












