Di Medan, Ikan Laut dan Sayur Mahal

Menurunnya tangkapan nelayan karena tidak menentunya cuaca dalam sebulan terakhir, mengakibatkan naiknya harga ikan laut dan sayur mayor. Kenaikannya rata-rata mencapai Rp 1.000 hingga Rp 2.000.
Memang, sejak cuaca tidak menentu seperti ini hasil tangkapan ikan nelayan menurun tajam. “Sudah sepekan ini pasokan ikan sedikit, makanya harganya mahal. Hari ini saja kita nggak banyak jual, sebelum sore nanti udah habis,” kata Anto, pedagang ikan laut di pasar Simpang Limun, Senin (9/11).
Dijelaskan Anto, para agen penjual ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Belawan mengatakan hal ini disebabkan tidak stabilnya cuaca yang tidak stabil. Saat hujan deras, gelombang laut naik dan disertai angin kencang. “Ini membuat nelayan tidak turun laut. Otomatis stok ikan di pasar pun turun drastis,” kata Anto.
Ditambahkannya, harga ikan dencis berukuran besar naik menjadi Rp 20.000/kg dari sebelumnya Rp 18.000/kg, ikan senangin naik menjadi Rp 25.000/kg dari Rp 22.000/kg, bawal naik menjadi Rp 37.000/kg, gembung aso-aso dari Rp 15.000 menjadi Rp 18.000/kg, dan cumi-cumi berukuran besar melonjak dari Rp 20.000 menjadi Rp 22.000/kg.
Kata Anto lagi, pedagang ikan tidak berani membeli banyak persediaan karena harganya mahal. “Kita takut tak laku,” katanya lagi.
Lonjakan harga ikan laut ini dikeluhkan warga. Misalnya Rohana, warga jalan Selamat. Rohana terpaksa membatasi pembelian ikan laut sebagai lauk utama makanan keluarganya. “Ya… biasanya saya beli sekilo, sekarang setengah kilo saja. Soalnya harganya mahal kali,” kata ibu lima anak ini.
Seperti ikan, harga sayur mayur juga naik. Seperti bunga kol dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 9.000/kg, brocoli Rp 8.000/kg naik menjadi Rp 10.000/kg, wortel dari Rp 7.000/kg menjadi Rp 9.000/kg, dan tomat dari Rp 5.000/kg naik jadi Rp 6.000/kg. Bawang merah menjadi Rp 12.000/kg dari sebelumnya Rp 10.000/kg, bawang putih naik dari Rp 14.000/kg jadi Rp 18.000/kg, cabai merah jadi Rp 24.000/kg, cabai rawit Rp 25.000, dan cabai hijau Rp 18.000/kg
Dijelaskan Iting, pedagang sayur di pasar itu, fluktuasi harga sayuran yang berlangsung tiga sebulan belakangan ini juga karena musim/cuaca yang tak menentu. (Laporan: Fuzi)
Popularity: 1% [?]












