Rencana Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menaikkan tarif dasar listrik mulai 7 Juli mendatang menuai kecaman dari kalangan pengusaha. Pasalnya, sejauh ini pelaku UKM cukup merasakan dampak kenaikan TDL yang mengakibatkan penurunan produksi dan lemahnya daya beli. Untuk itu pelaku UKM meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menolak rencana kenaikan tersebut.
“Kami meminta agar DPR RI tak menyetujui kenaikan TDL. Mereka harus pertimbangkan bagaimana kondisi kami, pelaku usaha kecil saat ini,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Kecil Indonesia (APKI) Sumut Syafrizal, di Medan, Rabu (10/3).
Menurutnya, kenaikan TDL dipastikan menimbulkan efek negatif bagi pelaku UKM. Apalagi, kenaikan tersebut dianggap belum pantas mengingat pasokan listrik PLN selama ini belum lancar dan masih kerap terjadi pemadaman.
“Jika DPR RI tak bisa menolak kenaikan TDL, maka para wakil rakyat itu dianggap tak bisa lagi memenuhi aspirasi masyarakat kecil termasuk kalangan pengusaha UKM,” tegas APKI yang beranggota sedikitnya 4.000 pelaku UKM.
Syafrizal menegaskan, jika penolakan tak bisa disuarakan DPR RI, pihaknya bertekad melayangkan protes secara lisan mengatasnamakan pelaku UKM Sumut, meminta agar posisi anggota dewan dipertimbangkan kembali.
“Kita akan lihat, apakah mereka layak disebut wakil rakyat atau corong pemerintah. Jika, perlu langkah boikot pembayaran akan kita tempuh sebagai bentuk protes rencana kenaikan TDL itu,” pungkas dia.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail













ruditjoe Says:
klo komentar sy adalah saat ini LIstrik kita yg paling mahal di dunia gimana kita mo bersaing bisnis secara sehat,mending pemerintah mancari obsi yg lain dan jgn terlalu memberatkan dunia bisnis/usaha/industri yg ada di Indonesia saat ini,Daya beli pun ga ada koq.
Posted on March 12th, 2010 at 4:52 PM