Dua puluh pendaki gunung asal Nepal akan menuju puncak Everest pada pekan ini dalam misi membersihkan sampah di puncak tertinggi dunia itu. Ini merupakan bagian dari kampanye bersih Puncak Everest.
Memang beberapa pendaki gunung asing dan pendaki Nepal telah banyak yang melakukan aksi bersih-bersih di sekitar lereng Everest di bawah ketinggian 8.000 meter. Tetapi apa yang akan dilakukan Namgyal Sherpa dan rekan-rekan dalam Extreme Ekspedisi Everest 2010 ini sungguh berbahaya. Mereka akan melakukan pembersihan sampah dari ketinggian di atas 8.000 meter (26.246 kaki), yang dikenal sebagai Zona Kematian (“The Death Zone”) Everest yang telah menelan ratusan jiwa pendaki Everest. Satu area yang tipis oksigen, medan berbahaya, dan rawan perubahan cuaca mendadak.
Sherpa dan tim pendaki kawakan lainnya akan membawa ransel kosong dan tas khusus ke Zona Kematian dan “bertarung” dengan risiko udara tipis dan temperatur dingin yang ekstrem untuk mengambil botol-botol oksigen kosong, tabung gas, tenda rusak, tali, dan peralatan serta sampah yang ditinggalkan pendaki gunung Everest pada area antara South Col sampai ketinggian 8.850 ( 29.035 kaki) di puncak.
“Ini adalah pertama kalinya kami membersihkan di ketinggian itu, di tempat yang dikenal sebagai Zona Kematian. Hal ini sangat sulit dan berbahaya,” kata Sherpa, yang telah tujuh kali mendaki puncak Everest.
“Sampah itu terkubur di bawah salju di masa lalu tetapi kini telah menyembul keluar di permukaan salju akibat mencairnya tutupan salju Everest akibat pemanasan global,” ujar lelaki 30 tahun itu, kepada media.
Sampah-sampah pendakian termasuk jenazah pendaki gunung yang tewas di Everest telah menjadi masalah di jalur pendakian… sesuatu yang sudah menumpuk di bawah salju sejak masa pendakian pertama ke puncak Everest oleh Edmund Hillary dan Tenzing Norgay Sherpa tahun 1953, yang memicu pendakian prestius ke atap dunia!*
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












