Penelitian kemampuan bertahan hidup di tutupan salju mendulang protes dari kelompok aktivis penyayang hewan. Lho?
Protes keras dari para aktivis ini karena eksperimen itu menggunakan babi hidup yang dikubur di bawah salju dengan sengaja untuk memonitor proses bertahan hidup sampai kematiannya.
Eksperimen selama dua pekan itu dilakukan di wilayah salju bagian barat pegunungan Alpen Austria. Tujuannya untuk meneliti faktor-faktor yang memungkinkan bagi manusia untuk bertahan hidup di bawah longsoran salju sampai tim penyelamat berhasil menolong korban sebelum menderita kerusakan otak permanen akibat hantaman dingin.
Kelompok peneliti itu menekankan bahwa babi-babi yang dipilih dalam “eksperimen kemanusiaan” itu tak akan mengalami penderitaan karena sudah
dibius secara khusus sebelum ditempatkan di bawah salju.
Namun para aktivis penyayang hewan termasuk kelompok “Four Paws” memprotes tindakan tersebut sebagai “perlakuan yang tak bisa dibenarkan”.
Wakil direktur eksperimen tersebut Hermann Brugger mengatakan bahwa penelitian tersebut penting demi tujuan penyelamatan nyawa manusia. Dan penghentian eksperimen tersebut berarti akan menyebabkan babi-babi dalam eksperimen tersebut mati sia-sia.*
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail










