9
February , 2012
Thursday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Dedi Coky | Medan Talk On May - 27 - 2011

jjgrosir

Eksportir kopi di Sumatera Utara (Sumut) mengeluhkan layanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut yang mempersulit pengeluaran surat persetujuan ekspor kopi maupun surat keterangan asal negara yang merupakan sebagai dokumen penyerta kopi itu .

“Akibat lambannya pengeluaran SPEK (surat persetujuan ekspor kopi) dan SKA (surat keterangan asal) membuat eksportir merugi besar baik secara materil dan moril. Kami sudah mengadukan masalah itu ke AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia) Sumut dan berencana melapor ke Plt Gubernur Sumut bahkan ke kementerian terkait, kalau juga tidak ada perubahan,” kata eksportir kopi yang enggan disebut identitasnya, di Medan, belum lama ini.

Eksportir itu mengaku tidak mau disebut identitasnya karena diyakini kuat, kalau masalah tersebut diekspos, perusahaannya akan terancam semakin dipersulit izin SPEK dan SKA-nya dengan mencari-cari kesalahan perusahaan.

“Tapi kasus ini tidak bohong. Tanya aja ke AEKI Sumut, sudah banyak laporan pengusaha masalah SPEK dan SKA,” katanya, seperti dilansir kantor berita Antara.

SPEK dan SKA yang seharusnya sesuai ketentuan paling lama keluar dalam tiga hari setelah dokumen lengkap dan benar diserahkan pengusaha, nyatanya paling cepat keluar seminggu, itu-pun harus dengan “upeti”, padahal sesuai ketentuan surat itu gratis.

Paling murah, satu dokumen Rp70.000 – Rp100.000, tetapi lebih sering pejabat terkait di dinas itu minta lebih, apalagi kalau kelihatan pengusahanya perlu cepat di bawah satu minggu.

Mengutip keterangan staf di bagian penanganan/penerbitan SPEK dan SKA di Dinas Perindag Sumut itu, keterlambatan pengeluaran izin itu karena Kepala Dinas Perindag Sumut itu, Darwinsyah tidak mau mendelegasikan wewenang penandatangani dokumen itu ke bawahannya, sementara pejabat itu sering sekali keluar kota khususnya Jakarta dan termasuk ke luar negeri dengan alasan dinas.

“Kalau masalah itu masih terus berlangsung, maka eksportir dan nama Sumut jelek.Dokumen yang lama diperoleh bukan saja membuat pengusaha harus membayar sewa gudang atau tungguan kapal yang lebih mahal, tetapi juga diklaim oleh importir

Popularity: unranked [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.