Meski ditentang Greenpeace, Facebook tetap bersikeras pada pendiriannya untuk batu bara untuk data center mereka. Direktur Kebijakan Komunikasi Facebook, Barry Schnitt mengatakan bahwa rencana pembangunan data center yang berlokasi di Oregon tersebut diklaim bakal memudahkan Facebook untuk menghemat energi.
Kota Prinville sengaja dipilih karena memiliki iklim gurun yang tinggi dan dingin pada malam hari, hampir 4 derajat celcius, bahkan selama musim panas. Kondisi dingin seperti itulah yang nantinya tidak akan membuat server cepat panas sehingga penggunaan listrik bisa diminimalisir.
“Oregon sengaja dipilih karena iklimnya yang memungkinkan Facebook menggunakan pendingin yang lebih efisien ketimbang pendingin biasanya yang memakan energi lebih banyak,” ujar Schnitt, seperti dilansir detik.com mengutip pemberitaan Cnet, Senin (6/9/2010).
Schnitt menambahkan bahwa efektivitas penggunaan listrik Facebook hanya sebesar 1,15 dibandingkan konsumsi industri raksasa Google yang mencapai 1,17 pada kuartal terakhir.
Google, Facebook, Yahoo dan perusahaan lainnya telah berinvestasi miliaran dolar untuk membangun pusat data demi memenuhi permintaan layanan pengguna mereka. Mengingat bahwa energi adalah biaya, para penyedia situs mau tidak mau harus menggunakan listrik seefisien mungkin dengan mengoptimalkan pendingin alami seperti iklim di sekitar pusat data tersebut.
Pekan lalu, Direktur Eksekutif Greenpeace internasional Kumi Naidoo menyampaikan suratnya kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg. Naidoo memperingatkan Facebook bahwa saat ini mereka tengah mempertaruhkan reputasi dan kondisi keuangan yang sehat jika mengabaikan dampak terhadap lingkungan yang timbul dari tindakannya.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












