9
February , 2012
Thursday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Baday| Medan Talk On April - 30 - 2010

jjgrosir

Petualang solo non-stop (tanpa bantuan) keliling lautan dunia, Abby Sunderland, akhirnya mengumumkan bahwa ia merapat ke Cape Town, Afrika Selatan, untuk memperbaiki sistem autopilot kapalnya yang mengalami kerusakan.

Remaja putri 16 tahun asal Thousand Oaks, California, itu merupakan satu dari dua pengeliling dunia termuda yang tadinya mungkin akan memecahkan rekor dunia. Namun ia menenkankan pada blog-nya bahwa ia akan melanjutkan perjalanannya setelah melakukan perbaikan.

Ini berarti petualangan solo non-stop tanpa bantuan yang awalnya menjadi targetnya akan gagal. Namun Abby Sunderland menjelaskan bahwa ia akan berusaha untuk menjadi orang termuda yang melakukan petualangan solo-mengelilingi planet ini di atas perahu layar.

Kini tinggal, Jessica Watson, pesaing Sunderland asal Australia, yang mungkin akan melengkapi upaya mengelilingi dunia tanpa henti yang beraklhir pada Mei ini. Watson, yang lima bulan lebih tua dari Sunderland, bertahan berkali-kali dariserangan cuaca buruk di lautan lepas di atas perahu
layar pink berukuran 34 kaki, saat ia melakukan perjalanan menuju titik finish-nya di Sydney Harbor. Watson meninggalkan Sydney pada Oktober lalu.

Sunderland, yang berangkat dari Cabo San Lucas, Meksiko, pada awal Februari, mengendarai kapal layar yang lebih besar (berukuran 40-kaki). Ia mengalami masalah dengan sistem autopilot selama beberapa minggu terakhir, termasuk saat melintasi bagian perairan Cape Horn yang berbahaya di ujung Amerika Selatan.

Pilot otomatis seharusnya menjadi panduan bagi seorang pelaut untuk tetap berada di jalur pelayaran yang benar, tetapi peraltan autopilot utama di kapal Sunderland rusak termasuk peralatan cadangannya. Jika perangkat ini rusak, pada satu titik di lautan yang ganas dan hantaman temperatur dingin, pelaut pemberani itu harus memegang kemudi untuk mengarahkan buritan selama 24 jam berturut-turut.

Sunderland menyatakan di blog-nya bahwa itu tentunya akan menjadi hal “bodoh dan tidak bertanggung jawab” untuk melintasi transisi dari Atlantik Selatan pada bentangan panjang Samudra Hindia tanpa peralatan sepenuhnya operasional.

“Aku telah melakukan yang terbaik yang aku bisa dan telah hampir setengah perjalanan mengelilingi dunia,” katanya. “Aku pasti akan terus berjalan, tetapi apakah aku akan berhenti lagi setelah ini aku pun tak tahu.”

Laurence Sunderland, ayah Abby, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa putrinya telah “sangat matang sebagai seorang pelaut dan pribadi” sementara berusaha tanpa lelah untuk mempertahankan arah perahunya melintasi perairan berbahaya Cape Horn timur.

Laurence Sunderland akan terbang ke Cape Town dan membantu Abby dengan perbaikan ketika ia tiba dalam beberapa hari lagi.

Sang ayah menambahkan bahwa saudara lelaki Abby Sunderland  yang lebih tua, Zac Sunderland, terpaksa harus 13 kali berhenti “dan masih menjadi pahlawan” selama perjalanan solonya selesai pada 17 Juli lalu.

Zac hanya sebentar memegang julukan sebagai orang termuda yang berlayar solo keliling dunia. Petualang muda Ingris, Mike Perham, saat ini yang menjadi pemegang rekor itu.

Menurut American Sailing Assn., kurang dari 250 orang telah berlayar solo keliling dunia sejak Joshua Slocum tercatat didokumentasi sebagai petualang solo pertama yang mengelilingi perairan pada 1898.*

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.