MESKI secara kualitas masih kalah dari ganja produksi Aceh, ganja dari Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, ternyata mampu memenuhi pasokan untuk sepanjang Sumatera dan Jakarta. Malah, Badan Narkotika Nasional (BNN) menduga distribusnya sudah sampai lintas Negara.
Kemarin, BNN memusnahkan tujuh hektare ladang ganja di tujuh titik di Gunung Huta Tua, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Ladang ganja tersebut termasuk terbesar setelah Aceh. “Nomor 2 terbesar setelah Aceh,” kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Pol Benny Mamoto.
Dalam operasi pemusnahan tersebut, BNN menurunkan 45 tim buru sergap dibantu tim Brimob Kelapa Dua Mabes Polri bersenjata lengkap, 53 tim Polda Sumut dan Polres Madina, dan instansi terkait lainnya seperti TNI, BNN Kabupaten.
Sayangnya, tim tidak menemukan pemilik atau pengelola ladang daun haram tersebut. Medan yang cukup sulit – titik penananam ganja di bukit-bukit pegunungan berkontur curam hampir 90 derajat dan sulit dijamah masyarakat – kemungkinan besar membuat pemiliknya sempat melarikan diri.
Pohon ganja ditanam diselingi beberapa tanaman hutan agar tidak mencurigakan. Pohon ganja yang ditanam sudah setinggi 180 centimeter dan 50 centimeter. Malah, tim juga menemukan bekas sisa panen.
Benny menjelaskan, informasi BNN menyebutkan, ladang ganja di daerah tersebut sudah ada sejak 1980an. “Sudah turun temurun,” ujar Benny. Pemusnahan dilakukan, katanya, masyarakat tidak nekat lagi menanam ganja karena menjanjikan dari segi penghasilan dibandingkan menanam tanaman lain.
Hebatnya, kampung terdekat dari lokasi ladang ganja – Kampung Huta Tua – cukup terkenal di Kabupaten Madina. Ganja menjadi satu penyebab kenapa kampung yang memiliki sekitar 400 Kepala Keluarga (KK) ini sangat dikenal. Di kampung ini, banyak warga memiliki senjata api rakitan.
Di sini, tembak-menembak merupakan hal biasa dan tidak pernah dilaporkan ke camat atau Polres Madina. Senjata api rakitan mereka gunakan untuk melindungi bisnis berladang ganja. Senjata itu didapat dengan cara merakit sendiri. Sekitar sebulan lalu, warga setempat menyerahkan 54 pucuk senjata api secara sukarela ke Polres Madina.
Penemuan ladang ganja di Madina juga bukan baru sekali ini. Polres Madina sudah beberapa kali mengungkap ladang ganja di wilayah tersebut. “Kami menduga masih ada ladang ganja di wilayah pegunungan di Madina,” kata Kapolres Madina, AKBP Fauzie Dalimunthe dikutip Detik.com.
Popularity: unranked [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail










