Puluhan massa yang mengusung bendera Gerakan Mahsiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Hukum USU, berunjuk rasa di kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Jalan Diponegoro Medan, Kamis (28/1). Massa menyerukan penolakan terhadap Asean-China Free Trade Area (ACFTA) di Sumut.
“Untuk apa ada ACFTA kalau nantinya negara kita jadi negara konsumtif bukan produktif. Malahan ACFTA itu menguntungkan negara China yang berakibat merusak pasar dalam negeri,” seru koordinator aksi Tordeo yang didampingi rekannya Marsias Ginting di hadapan dua pejabat Pemropvsu Muzain Lubis dan SA Pulungan (pejabat Disperindag Sumut).
Menjawab hal itu kedua pejabat pemerintah tersebut menjelaskan bahwa ACFTA itu punya nilai positif bagi perdagangan Indonesia dan Sumut, terutama dalam sektor ekspor-impor komoditas unggulan masing-masing. “Produk agroindustri kita sebenarnya potensial juga bagi peningkatan ekspor ke China,” papar SA Pulungan.
Namun penjelasan kedua pejabat itu langsung dibantah para pendemo. Menurut mereka agrobisnis Sumut tak semuanya dapat diandalkan dan dimanfaatkan. “Terbukti kedelai saja masih kita impor, bagaimana kita yakin agroindustri kita unggul,” tandas salah seorang mahasiswa yang disambut teriakkan anti ACFTA oleh rekan-rekannya.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












