Harga Anjlok, Petani Stop Jual Nilam

Harga Anjlok, Petani Stop Jual Nilam

HARGA minyak nilam (Pogostemon cablin benth) terus merosot dalam beberapa bulan terakhir. Tak pelak, hal ini merugikan petani. Apalagi, mereka baru panen. Untuk menghindari kerugian, banyak petani yang memilih menyimpan minyak nilamnya dan menunggu harga kembali normal.

Meika Syahbana Rusli, Ketua Dewan Atsiri Indonesia, mengatakan, saat ini, harga minyak nilam menyentuh titik terendah tahun ini. Harga rata-rata minyak nilam di pasar dalam negeri pada bulan ini hanya Rp 350.000-Rp 375.000 per kilogram (kg).

Harga tersebut turun 12,5% dari rata-rata pada Oktober lalu Rp 400.000-Rp 450.000 per kg. Bahkan, banderol minyak nilam pada akhir tahun 2010 sempat menembus Rp 750.000 per kg. “Harga sekarang sudah tidak ideal bagi petani, normalnya Rp 400.000 per kg,” jelas Meika, Selasa (29/11).

Menurut Meika, melemahnya harga itu karena pengaruh krisis di Eropa yang tidak kunjung selesai. Krisis itu menyebabkan permintaan minyak nilam dari Eropa melemah. Walhasil, stok minyak nilam di sentra-sentra produksi menumpuk.

Misalnya saja di Sulawesi yang stoknya saat ini mencapai 500 ton. Sulawesi merupakan produsen utama minyak nilam di Indonesia dengan kontribusi 60%. Sisanya, berasal dari Pulau Jawa dan Sumatera.

Eropa merupakan salah satu pasar utama minyak nilam Indonesia. “Sebanyak 60% minyak nilam diekspor ke Eropa dan Amerika, 20% ke India, sedangkan 10% sisanya ke negara lain,” terang Meika. Minyak nilam yang merupakan jenis minyak atsiri merupakan bahan baku industri kosmetik terutama parfum.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor minyak atsiri, kosmetik, dan wangi-wangian (HS 33) ke Prancis pada September 2011 hanya US$ 1,22 juta, turun 32,88% dari Agustus 2011. Periode dan komoditas yang sama, ekspor ke Inggris juga anjlok 59,22% menjadi US$ 382.781.

Secara keseluruhan, volume ekspor komoditas itu sepanjang Januari-September 2011 hanya 66.742,46 ton. Itu anjlok 79,83% dari periode sama tahun 2010 yang mencapai 330.879 ton. Untung saja, harga mahal di awal tahun menyelemat ekspor ini. Secara nilai tetap naik 32,42% menjadi US$ 438,16 juta.

Antoni, pemilik UD Agronilam Jabar, Bandung, berkata, harga minyak nilam di wilayahnya malah lebih murah lagi. “Tinggal Rp 300.000 per kg,” ujar Antoni, yang merupakan pengepul minyak nilam.

Kondisi itu merugikan petani dan pelaku bisnis minyak nilam. Antoni mengaku kesulitan mendapatkan minyak nilam dari petani. “Mereka (petani) tidak mau menjualnya,” jelas Antoni.

Penjualan dari pengepul ke eksportir pun juga susah. Eksportir minyak nilam di Sulawesi ikut menghentikan penjualan karena tidak mau menanggung kerugian.

Antoni bilang, melemahnya harga tersebut bukan hanya sementara waktu saja. Menurutnya, tren penurunan harga akan terus berlangsung hingga periode mendatang. Ini mengingat, krisis utang Eropa yang tidak kunjung selesai dan berpotensi meluas.

Meika juga sependapat harga minyak akan semakin murah. “Paling tidak hingga pertengahan tahun depan, harga akan terus melandai,” tandas Meika. Kenaikan itu baru terjadi pasca hasil panenan tahun ini habis.

Dewan Atsiri menghitung, total produksi minyak nilam tahun ini bakal mencapai 1.400-1.500 ton. Jumlah itu melebihi rata-rata produksi tahunan hanya 1.300 ton. Oleh karena itu, agar stok tidak menumpuk, Meika menghimbau pelaku usaha mengurangi kapasitas produksi.

Terlebih lagi, sekarang sudah banyak petani nilam yang beralih ke tanaman lain. “Petani di Sulawesi ada yang bertanam jagung dan sayur karena harga nilam terus turun,” ujar Meika. Biasanya, petani baru kembali membudidayakan nilam saat harganya sudah normal lagi. (Sumber: Kontan)

Harga Tiket Pesawat Medan-Jakarta Beranjak Naik

MEDAN – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2012, harga tiket pesawat, khususnya tujuan Medan-Jakarta mulai naik. Beberapa agen tiket yang dikonfirmasi Medan Magazine, Rabu (30/11/11) mengungkapkan, rata-rata harga tiket antara Rp 700 ribu hingga Rp 900 ribu sekali jalan melalui booking seat dua hari sebelumnya.

“Sepekan ini, harga tiket sudah mulai naik sampai 15 persen. Kalau berangkat mendadak atau go show harga bisa meningkat antara Rp 1 juta hingga Rp 1,2 juta dengan rute Medan tujuan Jakarta,” kata Budi, agen tiket dari Sukma Tour Jalan SM Raja Medan.

Disebutkannya, tiket penerbangan maskapai seperti Batavia Air, Lion Air dan Sriwijaya Air serta sejenisnya rata-rata terjual Rp 550 ribu sampai Rp 650 ribu. Hari ini, harga bergerak antara Rp 850 ribu hingga Rp 900 ribu.

Menurut dia, meningkatnya harga tiket sebelum tahun baru karena permintaan seat pesawat meningkat dalam seminggu ini. Semua operator penerbangan menganut sistem ekonomi pasar.

Azis, agen tiket dari Holiday Travel di Jalan Brigjen Katamso membenarkan, meski booking seat tahun baru 2012 belum terjadi, namun harga tiket sudah mulai bergerak naik mencapai rata-rata 15 persen.

“Biasanya pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga tiket tahun baru diawali dari rute Jakarta tujuan Medan. Kita prediksi, setelah tahun baru akan bergerak harga dari Medan tujuan Jakarta, mengingat arus balik meningkat ke Medan,” katanya melalui telepon selulernya, pagi tadi. (Laporan:Muhammad Iya/ misya@medanmagazine.com)

0
Like
Save

Comments

H. Enal says:

Tindakan yang tepat adalah stop produksi dan beralih produk lain jika masih bisa. produk ini mirip dengan bisnis rumput laut cattoni yang harganya pernah mencapai 20.000 tahun 2008, sejak krisis global melanda harganya anjlok sisa 7.500 / kg di tingkat petani (sampai sekarang).
Ironisnya lagi saat krisis ekonomi global 2008 harga cattoni anjlok sebagian buyer (Luar negeri) ngutang lagi harga barang.

Muhammad Djafar says:

Untuk menghindari kerugian masyarakat Petani Nilam, maka sdh saat nya Pemerintah memikirkan ikut memikirkan Standar harga Nilam di Indonesia. Saran saya agar BULOG sebagai BUMN bisa menampung hasil produksi Nilam dan membuat stadart harga, sebagai contoh Daun keringnya petani menjual Rp.7500 / Kg ke Pabrik Penyulingan.dan Hasil Penyulingan di Beli Bulog sesuai std yg ditentukan .
Petani (Rakyat Kecil) harus disejahterakan, sekaligus membuka mata orang Kota kembali membangun Daerahnya.

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: