10
February , 2012
Friday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Dedi Coky | Medan Talk On April - 20 - 2010

jjgrosir

Harga gas yang begitu mahal, menurut sejumlah pengusaha di Sumatra Utara (Sumut) sangat mencemaskan. Ironisnya, meski sumber gas berasal dari dalam negeri, harganya lebih mahal di dalam negeri dibandingkan luar negeri.

“Pemerintah mesti mendukung industri dalam negeri terutama menyangkut harga gas. Masa harga dalam negeri lebih tinggi dari luar negeri? Padahal, gasnya dari kita,” ucap Ketua Asosiasi Perusahaan Pemakai Gas (Apigas) Sumut Johan Brien, Senin (19/4), di Medan.

Johan menyebutkan, di Malaysia misalnya harga jual gas kepada industri hanya US$ 3,8 per MMBTU (metric million british thermal unit). Malah di Cina, tambah dia, harga lebih rendah dibandingkan Malaysia. Sementara harga jual gas di lokal berkisar US$ 4,45 per MMBTU. Itu pun, sambung dia, tak semua industri pengguna kebagian volume gas secara merata.

“Kalau berada dihulu, gasnya masih baik. Tapi coba di hilir atau bagian ujung. Hanya dapet sikit. Belum bisa full tekanannya,” ungkap Johan lantas menyayangkan sikap pemerintah ini bisa menjadi pemicu terhambatnya kemajuan industri hilir komoditi berbasis agri di Sumut.

Johan menilai, di tengah pemberlakukan Asean China Free Trade Agreement (AC-FTA), pemangku kebijakan hendaknya memberikan perhatian lebih lewat aturan serta fasilitas guna memerkuat daya saing industri dalam negeri.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Deli Serdang Satria Ginting mengaku, meski aliran gas relatif stabil, namun industri pengguna mengatakan harga jual gas saat ini sangat tinggi bila dibandingkan daerah lain.

“Malah harga gas di Sumut sekarang ini paling mahal di Asia. Di Jawa saja gak lebih mahal. Ini sudah pernah kita keluhkan, baik secara langsung maupun lewat asosiasi,” tukasnya.

Pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) mengatakan, kebutuhan gas di Sumbagut mencapai 9 MMCFD setiap hari. Jumlah ini jauh berkurang dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang pernah mencapai tertinggi yakni 20 MMCFD tiap hari.

Pelanggan PGN di Sumut diperkirakan sebanyak 18.500 pelanggan, termasuk industri. Selama ini PGN hanya mengandalkan sumber gas dialirkan berasal dari sumur Pangkalan Susu dan Hamparan Perak, yang akan habis masa kontrak di tahun 2011.

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.