Harga ikan di pasar lokal Kota Medan melambung tinggi, menyusul kurangnya pasokan dari Gabion Belawan. Akibatnya, pedagang ikan kesulitan mendapat stok. Terbatasnya ketersediaan ikan laut segar disebabkan karena nelayan belum turun ke laut, mengingat masih dalam suasana Lebaran.
Amatan di sejumlah pasar tradisional, sejumlah pedagang mengeluh soal sedikitnya pasokan dan jenis ikan yang masuk khususnya lima hari setelah Lebaran (H+5). Bahkan, ada stok beberapa jenis ikan laut yang tidak masuk dari agen di Belawan.
“Ikan memang lagi kosong barang. Makanya, harga mahal. Mereka bilang nelayan belum ke laut, karna masih suasana Lebaran. Ini saja, barangnya sikit dan gak banyak. Kurang bagus, kalau dibandingkan hari normal,” celoteh Uma, pedagang ikan di Pasar Sei Sikambing, Selasa (15/9).
Dia menyebut, harga ikan dencis ukuran besar misalnya, normalnya hanya Rp 19 ribu per kilo, jadi naik menjadi Rp 25 ribu per kilo, gembung besar dari Rp 20 ribu naik Rp 25 ribu per kilo, tongkol dari Rp 17 ribu menjadi Rp 19 ribu per kilo, udang kecil dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilo, kakap Rp 30 ribu dari Rp 25 ribu per kilo. Sementara, ikan air tawar seperti mujahir relatif normal yakni Rp 24 ribu per kilo, lele Rp 15 ribu per kilo.
Tak hanya pedagang, konsumen pun melontarkan pendapat senada saat harga ikan segar yang melambung tinggi. Selain harganya yang mahal, pembeli juga menilai, kondisi ikan yang dijual tak sebaik sebelumnya.
“Uuhh…Mahal ikan di pajak. Udah mahal, kurang segar lagi. Ukurannya pun kecil-kecil. Mau beli ikan, tapi mahal,” cetus Ros, warga Jalan HM Yamin.
Ibu lima anak ini mengaku, beralih ke ikan segar karena sudah bosan mengkomsumsi daging selama Lebaran. Namun, ketika ingin membeli sumber protein laut di pasar, pedagang menjual dengan harga sangat mahal ditambah minim pilihan.
Sekretaris Asosiasi Pedagang Pengumpul Gabion Belawan (AP2BG) Sumut RB Sihombing mengakui, kondisi yang terjadi saat ini tergolong wajar mengingat stok di Belawan pun tengah kosong. Nelayan, sebut dia, belum sepenuhnya kembali menangkap ikan di laut, karena sebahagian masih berlebaran.
“Itu logis. Memang sudah ada nelayan berangkat ke laut, ada yang tidak. Yang berangkat pun, kapalnya belum kembali, sebab butuh waktu mereka di laut. Karena pasokan ikan kurang, makanya hukum pasar berlaku. Harga pun mahal,” jelas Sihombing.
Dia memerkirakan, kondisi akan kembali pulih normal sepenuhnya dalam jangka waktu dua pekan lagi. Saat itu, dia meramalkan, seluruh kapal nelayan dipastikan turun ke laut dan sebagian kapal sudah kembali membawa pasokan ikan laut segar. Untuk menutupi kebutuhan ikan laut di pasar lokal, sambung dia, maka didatangkan pasokan dari sentra produksi ikan laut di Sumut.
“Bisa didatangkan dari Sibolga dan Tanjung Balai. Karena pasokan dari Belawan kurang. Sebab biasanya, Sibolga juga sering jual ikan ke Medan,” tandasnya.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail










