Harga Karet Merangkak Naik

Harga Karet Merangkak Naik

Harga karet merangkak naik akibat masih terus merangkaknya harga minyak mentah hingga menyentuh posisi US$ 90 per barrel. Tentu ini sangat berimbas positif pada penguatan komoditi perkebunan, seperti kelapa sawit dan karet.

Tercatat pada penutupan kontrak perdagangan Sicom Settlement Price, Senin (5/4), harga karet jenis SIR 20 semakin menguat hingga di level US$ 3,33 per kilo. Dengan posisi sekarang ini, telah melampaui posisi harga tertinggi yang pernah dicapai SIR20 pada pertengahan 2008 yakni di kisaran US$ 3,29 per kilo.

“Harga SIR20 di Sicom tertinggi pernah terjadi di pertengahan tahun 2008 tepatnya tanggal 27 Juni 2008 tercatat US$ 3,29. Dengan demikian, rekor tertinggi yang pernah terjadi telah terlampaui,” ucap Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Eddy Irwansyah, Selasa (6/4), di Medan.

Eddy menjelaskan, pada Januari harga masih belum menembus angka US$ 3 per kilo. Namun, memasuki pertengahan bulan Februari, posisi harga semakin bergerak dan mencapai US$ 3 per kilo untuk jenis SIR 20. Sedangkan pada penutupan perdagangan Maret 2010 (18/3) harga sudah di US$ 3,15 per kilo.

Eddy menilai, terdorongnya minyak bumi di pasar dunia berdampak langsung pada terdongkraknya komoditi ini. Selain itu, tambah dosen USU ini, ada beberapa faktor lain menjadi penyebab membaiknya harga ekspor.

“Tingginya harga karet dipicu oleh ketatnya pasokan bahan baku dan juga akibat naiknya minyak mentah,” tukas Eddy lantas menambahkan kendati tak bisa memerkirakan hingga kapan harga terus bergerak naik, namun pihaknya berkeyakinan bahwa bakal semakin terdorong.

Perkiraan harga komoditas semakin membaik juga diungkap Kasubdis Bina Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindagsu Muzanni Lubis ditandai kepulihan ekonomi dan sektor industri otomotif di negara-negara maju, yang selama ini merupakan tujuan ekspor komoditi tersebut.

“Ekspor karet memang naik seperti komoditi lain. Bisa jadi, mulai pulihnya ekonomi dan penguatan minyak bumi mendongkrak permintaan karet alam,” terang Muzanni.

Data SKA Dinas Perindagsu merinci, ekspor karet pada Januari 2010 sebesar 16.555.958 kilo senilai US$ 41.283.387. Sebagai perbandingan, realisasi ekspor Januari 2009, volume ekspor hanya 8.813.672 kilo senilai US$ 13.955.351.

0
Like
Save

Comments

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: