Petani kelapa sawit semakin menyunggingkan senyum. Betapa tidak, harga tandan buah segar (TBS) terus bergerak naik seiring menguatnya posisi minyak dunia di pasar internasional. Kondisi ini berdampak pada naiknya permintaan minyak nabati terutama berbahan baku kelapa sawit.
“Petani saat ini bisa tersenyum. Harga terus membaik, bahkan diharapkan bisa mencapai posisi lebih tinggi dari sekarang,” kata Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut Rinto Gunari, Senin (8/11/2010), di Medan.
Rinto menyebut, posisi harga TBS di sentra sawit Sumut rata-rata naik Rp 50 per kilo. Di Labuhan Batu misalnya, harga sudah mencapai Rp 1.400 per kg di tingkat petani, sedangkan di pabrikan malah di posisi Rp 1.600 per kg dari sebelumnya di Rp 1.550 per kg. Sementara di daerah penghasil lainnya seperti Langkat mencapai Rp 1.300 per kg dan Tapsel Rp 1.400 per kg.
Dijelaskannya, ditopangnya harga buah petani didukung posisi crude palm oil (CPO) di pasar internasional yang terus menunjukan level tertinggi yang sudah menembus angka US$ 1.100 per metrik ton.
Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut Rustam Honein membenarkan, terus membaiknya posisi CPO hingga berdampak positif bagi petani. Diperkirakan, harga bakal terus bertahan menguat hingga akhir tahun.
“Harga makin bagus, di luar negeri sudah tembus USS 1.100 per metrik ton. Sampai Desember akan terus bertahan begitu,” ujarnya. Dijelaskannya, beberapa faktor memicu kenaikan harga seperti trend permintaan terus meningkat, dan perkiraan produksi menurun di akhir tahun. Ini memengaruhi spekulasi pasar sehingga pembelian semakin tinggi. Selain itu, permintaan pasar Cina turut mengalami kenaikan dan terjadi penurunan produksi soya bean di negara penghasil.
“Petani menikmati harga pembelian saat ini. Malah mestinya petani sudah bisa harga Rp 1.800, per kilo,” cetusnya. Ketika ditanya harga pada tahun 2011, menurutnya, sepenuhnya mesti melihat perkembangan di tahun 2011. Alasannya, dengan posisi sekarang, CPO sudah dikenakan BK 10 persen. Jika harga sempat US$ 1.250 per MT, maka BK bisa 25 persen
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












