Harga Tomat, Cabai dan Beras Turun
08/03/2011 in Business
Harga sejumlah komoditi pertanian di pasar tradisional Kota Medan mulai mengalami penurunan di awal pekan ini. Harga cabai merah di Pasar Sei Sikambing Medan, misalnya, yang sempat mencapai Rp 45 ribu per kg, turun menjadi Rp 22 ribu per kg. Penurunan juga terjadi pada tomat dari Rp 7 ribu ke Rp 3 ribu per kg.
Cabai hijau juga mengalami penurunan dari Rp 25 ribu per kg menjadi Rp 16 ribu per kg; cabai rawit Rp 25 ribu per kg turun dari sebelumnya Rp 40 ribu, bawang merah Rp 18 ribu per kg dari Rp 22 ribu per kg, bawang putih Rp 20 ribu dari Rp 23 ribu per kg.
Selain tomat, harga sayur mayur lainnya juga relatif terjangkau. sawit pahit misalnya, Rp 5 ribu per kg, sawi putih Rp 5 ribu per kg, sawi manis Rp 6 ribu per kg, wortel Rp 6 ribu per kg, brokoli Rp 10 ribu per kg, bunga kol Rp 9 ribu per kg. “Pasokan banyak masuk hari ini, makanya harganya turun,” ujar Br. Hutabarat, salah satu pedagang di pasar Sei Sikambing.
Harga beras juga mengalami penurunan. Setelah sempat bertahan tinggi selama beberapa bulan, harga beras di pasaran lokal mulai turun dalam sepekan terakhir rata-rata Rp 500 per kg. Penurunan paling terasa dialami beras premium seperti Kukubalam, Ramos dan jenis paling banyak dikomsumsi masyarakat, IR64.
Di Pasar Petisah dan Pringgan, harga beras KKB turun dari Rp 9.500 menjadi Rp 9.000 per kg, Ramos jadi Rp 9.000 turun dari Rp 9.500 per kg, IR 64 turun dari Rp 8.500 menjadi Rp 8.000 per kg. Sedangkan beras Bulog dari Rp 6.500 menjadi Rp 6.000 per kg.
“Pekan ini mulai sedikit turun rata-rata Rp 500, karena lagi panen besar,” ujar A Cui, Selasa (8/3), di Medan. Dijelaskannya, setelah sempat mengalami keterbatasan stok beras untuk varian tertentu, pedagang mulai memasarkan beras dengan harga lebih murah hampir selama dua pekan. Konsumen, sebut dia, mulai menikmati turunnya harga.
Kasi Data Statistik Dinas Pertanian Sumut Lusiantini mengakui, masa panen raya di sentra produksi beras Sumut seperti Langkat, Simalungun, Sergei, Deliserdang, Batubara membuat stok beras melimpah di pasaran. “Puncak panen 2011, adalah bulan Februari hingga Mei di lokasi produksi beras Sumut. Makanya harga pun mulai turun,” kata dia.
Popularity: unranked [?]












