10
February , 2012
Friday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Frans | Medan Talk On October - 30 - 2011

jjgrosir

BANK Indonesia, Senin (31/10/2011) ini, akan meluncurkan uang berfitur keamanan baru. Uang ini lebih mudah dikenali keasliannya, meski tanpa alat bantu. Uang pecahan yang ditambahkan fitur keamanan baru itu masing-masing uang kertas pecahan Rp 20.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000.

Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan hubungan Masyarakat BI, Dyah N.K. Makhijani mengatakan, uang dengan fitur pengamanan baru ini diluncurkan mencegah pemalsuan. Uang berdesain lama dinyatakan masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia.

Dia berharap, masyarakat lebih cepat mengenali keaslian uang Rupiah dengan adanya penambahan unsur pengaman tersebut. Selain itu, diharapkan pula dapat meningkatkan perlindungan dari upaya-upaya pemalsuan uang karena kemajuan dalam teknologi cetak.

Dyah menambahkan, penyempurnaan desain ini secara visual bersifat minor dan bukan merupakan uang emisi baru.

Perubahan pada pecahan Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 2004:

a.   Penambahan unsur pengaman rainbow printing di sebelah kanan gambar pahlawan Otto Iskandardinata (gambar utama). Rainbow printing tersebut berupa bidang berbentuk segi empat yang memiliki efek berubah warna (efek pelangi) apabila dilihat dari sudut pandang tertentu;

b.   Penambahan desain berbentuk lingkaran-lingkaran kecil berwarna hijau dan ditengahnya berwarna putih yang letaknya tersebar di sebelah gambar utama pada bagian depan uang dan belakang uang;

c.    Perubahan kode tuna netra (blind code) berupa dua buah empat persegi panjang yang semula tidak kasat mata (invisible) menjadi kasat mata dan terasa kasar apabila diraba (cetak intaglio), terletak di samping kiri gambar utama pada bagian depan uang;

Perubahan pada pecahan Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 2005:

a.   Penambahan unsur pengaman rainbow printing di sebelah kanan gambar pahlawan I Gusti Ngurah Rai (gambar utama) pada bagian depan uang berupa bidang berbentuk segi empat.

b.   Penambahan desain berbentuk lingkaran-lingkaran kecil berwarna oranye dan ditengahnya berwarna putih yang letaknya tersebar di sebelah gambar utama pada bagian depan dan belakang uang;

c.    Perubahan kode tuna netra (blind code) berupa dua buah segi tiga yang semula tidak kasat mata (invisible) menjadi kasat mata dan terasa kasar apabila diraba (cetak intaglio), terletak di samping kiri gambar utama pada bagian depan uang.

Perubahan pada pecahan Rp 50.000 Tahun Emisi (TE) 2005:

a.   Penambahan unsur pengaman rainbow printing di atas gambar Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moehamad Hatta depan uang.

b.   Penambahan desain berbentuk lingkaran-lingkaran kecil berwarna merah dan ditengahnya berwarna putih yang letaknya tersebar di sebelah gambar utama pada bagian depan dan belakang uang;

c.    Perubahan kode tuna netra (blind code) berupa dua buah lingkaran yang semula tidak kasat mata (invisible) menjadi kasat mata dan terasa kasar apabila diraba (cetak intaglio), terletak di samping kiri gambar utama pada bagian depan uang.

d.   Penambahan penulisan DEWAN PERWAKILAN DAERAH pada gambar utama di bagian belakang uang yang semula bertuliskan”MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT” menjadi “MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH”.

e.   Menghilangkan unsur pengaman berupa Irisafe yang terletak di samping kanan gambar utama pada bagian depan uang.

Sementara itu, elemen desain utama lainnya seperti warna dominan uang, bahan uang, gambar utama dan ukuran uang adalah tetap atau tidak mengalami perubahan.

Dyah mengatakan uang kertas pecahan Rp 20.000 TE 2004, Rp 50.000 TE 2005 dan Rp 100.000 TE 2004 desain lama masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia.

Sementara itu, elemen desain utama lainnya seperti warna dominan uang, bahan uang, gambar utama dan ukuran uang adalah tetap atau tidak mengalami perubahan.

Dyah mengatakan uang kertas pecahan Rp 20.000 TE 2004, Rp 50.000 TE 2005 dan Rp 100.000 TE 2004 desain lama masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia.

Popularity: unranked [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.