MASYARAKAT Desa Padang Pulau dan Gajah Sakti, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, resah. Pasalnya, beberapa ekor harimau diyakini berkeliaran di sekitar desa mereka. Malah, beberapa waktu lalu sejumlah ternak milik warga hilang misterius dan ditemukan tinggal tulang belulang.
Untuk mendeteksi keberadaan harimau, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumut memasang sepuluh kamera pengintai di beberapa titik di kedua desa itu.
“Kamera dipasang sebanyak 10 di beberapa titik di Desa Padangpulau dan Gajah Sakti, Kecamatan Bandarpulau, Kabupaten Asahan, diharapkan bisa diketahui keberadaan harimau,” kata Kepala Resor Konservasi Wilayah, Raja Karson Gultom kepada wartawa kemarin.
Gultom berharap, lewat kamera pengintai bisa diketahui keberadaan harimau, dari mana asalnya dan apa jenis kelaminnya. Ia berharap masyarakat bekerjasama dengan menghentikan perburuan binatang buas dengan tidak memasang perangkap babi hutan, juga tidak memasuki wilayah lintasan harimau.
“Kita berusaha keras menemukan harimau itu, hingga bisa dilakukan penyelamatan dan agar habitat mereka tidak terusik,” kata Gultom. Menurutnyak, BKSDA akan bekerja sama dengan instansi terkait meneliti hal ini di hutan pinggiran Sungai Asahan.
Menurut Kepala Desa Gajah Sakti, Imanan Nehe, warganya ketakutan karena pada 3 Agustus lalu, tiga ekor sapi dan kambing milik warga di Dusun VII, Desa Padang Pulau, Kecamatan Bandarpulau, Kabupaten Asahan, hilang dan ditemukan sudah menjadi tulang belulang.
Begitu juga di Dusun IV, Desa Gajah Sakti, tiga pekan lalu, tiga ekor anjing penjaga ladang milik warga ditemukan sudah menjadi bangkai. Warga sekitar bersaksi pernah melihat tiga ekor harimau di wilayah hutan.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












