HOPPIPOLLA terdengar sangat unik. Band asal Medan ini mengadopsi bahasa Islandia yang berarti kurang lebih “jump into the puddle” (melompat ke dalam genangan air). Inilah inspirasi dan motivasi bagi band aliran synthpop yang meramu sesuatu yang vintage dengan eksploitasi artifisial.
Band yang dimotori Virza (vocal), Andrew (gitar), Iwin (drum), Kebo (bass) serta Yuka (synthesizer) ini tetap ‘menyinggung’ warna soul dan alternatif namun cukup berhasil meramu musik progresif yang enak didengar. Simak saja lagu-lagu band yang Bangkit sejak Mei 2008, seperti: Tak Bisa Jauh, Kegelisahan Hati, Begitu Singkat, Inside of You, dan Stay Away…
“Serunya, kami pernah disangka band Islandia karena nama dan lagu kami dalam sebuah comment di site myspace Hoppipolla,” tutur Carolyn, manajer Hoppipolla.
Hoppipolla pernah menjadi Most Favorite Band Of The Year versi Radio Most FM, dan menduduki chart teratas hingga 20 minggu berturut-turut. Mereka juga masuk Nominasi Best Recording 2008 untuk lagu “Tak Bisa Jauh” pada moment Aplaus Fiesta.
Untuk lagu dan aransemen, sumbangan terbesar datang dari Andrew dan Iwin. Karena masih remaja, masalah percintaan dan kehidupan anak muda menjadi topik yang mereka pilih. Bahkan, lagu “Tak Bisa Jauh” idenya dari pengalaman pribadi Iwin sendiri, “Ironis juga, lagu yang dari pengalaman sedih saya justru bikin akhir yang bahagia buat Hoppipolla,” ujar Iwin dengan nada miris diiringi tawa personel lainnya.
Walau masih menelurkan lima lagu, Hoppipolla yakin betul bahwa adalah pilihan bagi mereka. Mereka benar-benar ingin serius untuk mengejar impian mereka sebagai satu band yang bisa eksis mewarnai musik tanah air. Virza sang vokalis menegaskan kalau mereka akan berusaha sekeras mungkin untuk profesional. “Meski tak jarang Hoppipolla berhadapan dengan penyelenggara even yang nggak profesional tapi nggak masalah kok, itu pembelajaran penting buat kami,” ujarnya serius.
Untuk meluruskan jalan menuju eksistensi bermusik, Hoppipolla yang sudah beberapa kali manggung sebagai bintang tamu sampai open act bagi sejumlah band tanah air seperti RAN misalnya, menyusun jadwal latihan yang cukup ketat. Setidaknya satu kali seminggu mereka latihan bareng di studio, disamping latihan mandiri masing-masing personil. Dan demi kecintaan pada musik, mereka pun ingin menimba pengalaman lebih banyak dengan merantau keluar dari Medan.
“Hoppipolla punya rencana untuk mandah ke Bandung,” tutur Carolyn. “Bandung jadi pilihan karena di sana adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan bakat serta memperluas wawasan bermusik. Terlebih, para penikmat musik di Bandung dikenal lebih bisa menerima kehadiran musik eksperimental band-band yang lahir dari indie label.”
Hoppipolla memang tidak langsung melangkah ke Jakarta. Namun meenurut mereka tak cukup jika hanya bercokol di Medan. Dengan impian dan target besar mereka untuk “tenggelam” di industri musik dan menjadi salah satu band nomor wahid negeri ini, ibukota adalah tujuan utama. “Bandung kita jadikan lompatan,” jelas Iwin yakin.
Yah, memang konsentrasi bermusik bagi Hoppipolla adalah membuat musik yang bagus dan tetap kompak, demi melompat ke genangan ketenaran di musik Indonesia. “Jika sudah lompat ke genangan air, ia juga harus bergelombang…” tawa mereka lepas.* (foto: frinnie lim)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












