Para ilmuwan mengklaim telah berhasil menjebak “anti-atom” untuk pertama kalinya, dalam upaya untuk memahami apa yang terjadi terhadap semua antimateri yang lenyap sejak Big Bang.
Tim fisikawan internasional yang tergabung dalam Organisasi Riset Nuklir Eropa, atau CERN, berhasil menciptakan sebuah atom anti-hidrogen dan kemudian terus menahannya cukup lama untuk menunjukkan bahwa hal itu
bisa dipelajari di laboratorium.
“Bagi kami itu sebuah terobosan besar… kita bisa mengambil langkah berikutnya, yang mencoba untuk membandingkan materi dan antimateri,” kata juru bicara tim tersebut, seorang ilmuwan Amerika Jeffrey Hangst, kepada The Associated Press seperti dikutip dari Yahoo!News, Kamis (18/11). “…kami benar-benar berpikir bahwa ini adalah langkah yang paling sulit.”
Selama beberapa dekade, para peneliti dipusingkan mengenai antimateri yang menghilang dari alam semesta. Teori berpendapat bahwa materi dan antimateri diciptakan dalam jumlah yang sama pada saat Big Bang, satu peristiwa yang melahirkan alam semesta sekitar 13,7 juta tahun lalu. Namun seluruh anti-materi lenyap tanpa bekas.
Hangst dan rekan-rekannya, yang termasuk ilmuwan dari Inggris, Brazil, Kanada, Israel dan Amerika Serikat, berhasil menjebak 38 anti-hidrogen dalam waktu sekitar satu sepersepuluh detik, berdasarkan paper yang diserahkan untuk dimuat di jurnal ilmiah “Nature”.
Sejak sukses pertama mereka, tim tersebut telah merencanakan untuk menahan anti-atom lebih lama lagi.* (AP/CERN/Yahoo/Int)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












