Industri pengapalan sepanjang tahun 2011 diperkirakan masih akan bertumbuh dibandingkan 2010. Hal ini berdasarkan data pertumbuhan angkutan laut domestik sejak tahun 2008 hingga sepanjang 2010 menunjukan peningkatan sekurangnya 12015 persen per tahun.
“Pada tahun 2010, jumlah angkutan laut domestik sudah mendekati 300 juta ton. Tahun 2011, kita akan melihat pertumbuhan perusahaan pelayaran,” kata Ketua Ketua DPC Indonesia National Shipowners Assocation (INSA) Hendra W Kesuma, di Medan, Selasa (18/1) kemarin.
Hendra mengemukakan, perusahaan pelayaran yang akan bertumbuh tersebut lebih terfokus kepada perusahaan pelayaran yang bergerak dibidang lepas pantai atau offshore. Hal ini sesuai target akhir road map cabotage adalah di bidang lepas pantai atau kapal-kapal penunjang kegiatan pengeboran minyak lepas pantai.
Sedangkan perusahan pelayaran di bidang kontainer, general cargo, curah dan cair, sambung Hendra, masih tetap akan menambah armadanya. Sebagian perusahaan melakukan penambahan armada dalam rangka peremajaan sambil meningkatkan efisiensi operasi.
Saat ditanayakan, faktor apa saja menjadi penghambat sektor perusahaan pengapalan dewasa ini, Hendra mengemukakan, tingkat produktivitas bongkar muat di pelabuhan, terutama untuk kapal-kapal jenis general cargo, merupakan hambatan terbesar.
“Akhirnya mengakibatkan kapal berada di pelabuhan port stay) lebih lama dari pada waktu berlayar. Pelabuhan-pelabuhan di Indonesia masih menyandarkan peralatan bongkar muat kapal dalam menjalankan kegiatan bongkar muat, yang mengakibatkan kinerja bongkar muat menjadi setidaknya 30% lebih lambat dari pada mengunakan peralatan bongkar muat darat (shore equipment-red),” terangnya.
Menurutnya, apabila kinerja pelabuhan-pelabuhan di Indonesia dapat di tingkatkan, maka jumlah kapal yang dibutuhkan utk kegiatan angkutan domestik di Indonesia akan berkurang dan memungkinkan untuk perusahaan pelayaran melakukan peremajaan armada.
Sementara itu, data DPC INSA menyebut arus volume pengapalan barang baik expor impor tahun 2010 atau mencapai 570 juta ton. Namun baru sekitar 9 persen angkutan tersebut dikuasai kapal berbendera “Merah Putih.” Tentunya apabila dibandingkan dengan angkutan laut domestik dari 300 juta ton, 95 persen diangkut oleh kapal berbendera merah putih pada tahun 2010.
Popularity: unranked [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












