Inilah Penyebab Fenomena Lapindo

Inilah Penyebab Fenomena Lapindo

Tim ilmuwan dari Rusia mengeluarkan pernyataan, luapan lumpur Lapindo diakibatkan oleh aktifnya gunung lumpur dan bukan oleh aktivitas pengeboran. Gunung lumpur penyebab bencana luapan lumpur Lapindo.

Itulah hasil penelitian terbaru soal penyebab luapan Lapindo di Porong Sidoarjo, Jawa Timur yang terjadi sejak 29 Mei 2006, yang dilakukan sebuah tim peneliti dari Russian Institute of Electro Physics.

Dr. Sergey V. Kandurin, pengajar dari Universitas Odessa, Ukraina yang pemimpin penelitian itu menyatakan, bencana luapan lumpur Lapindo merupakan akibat langsung dari kembali aktifnya gunung lumpur yang berusia sekitar 150-200 tahun dan bukan akibat dari aktivitas pengeboran. Aktifnya gunung lumpur itu disebabkan oleh serangkaian seismik bumi.

“Selain itu, gempa bumi berkekuatan 4,4 pada skala Richter yang terjadi  9 Juli 2005 juga telah membantu pembukaan saluran lumpur,” kata Kandurin, ketika menyampaikan hasil studinya di Hotel Four Season Jakarta, Kamis (30/9/2010) siang.

Kandurin tidak menjelaskan, apakah penelitian oleh timnya disponsori oleh Grup Bakrie atau independen. Juga belum didapatkan konfirmasi dari pihak Grup Bakrie mengenai soal penelitian tim Rusia itu.

Namun kata Kandurin, penelitian tentang penyebab terjadinya semburan lumpur Lapindo dilakukan berdasarkan perjanjian kerjasama antara Rusia-Indonesia. Kesepakatan itu dicapai ketika Presiden Rusia, Vladmir Putin mengadakan kunjungan ke Indonesia November 2007 yang lalu.

Hasil penelitian para ilmuwan Rusia itu berlawanan dengan hasil temuan dari tim peneliti independen yang terdiri dari para ahli geologi dari Universitas Durham, Inggris dan Universitas California, Amerika Serikat. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita AP, 10 Juni 2008, tim itu menyatakan, luapan lumpur hampir dipastikan diakibatkan oleh kesalahan pengeboran yang dilakukan oleh Lapindo Brantas Inc.

Mereka bahkan menyebut dengan istilah “99 persen” untuk tidak menyebut 100 persen sebagai kesalahan teknis pengeboran yang dilakukan oleh Lapindo. Gempa bumi memang bisa menyebabkan luapan lumpur tapi menurut mereka kemungkinan itu sangat kecil mengingat titik gempa yang cukup jauh dari sumur pengeboran Banjar-Panji 1 Lapindo.

Kandurin menjelaskan, hasil temuan mereka didasari oleh data seismik. Data itu diperoleh dari periode sebelum terjadinya letusan di areal luapan lumpur (2003- 2006) dan pemetaan struktur permukaan bawah tanah dengan kedalaman 5.000 meter.

Antara lain berdasarkan data dan pemetaan itulah diperoleh kesimpulan, luapan lumpur Lapindo diakibatkan oleh kembali aktifnya struktur gunung lumpur yang telah terbentuk di Porong.

“Kondisi ini didukung oleh pergerakan patahan Watukosek (Mojokerto) yang terjadi secara terus menerus dan oleh gempa bumi yang terjadi dua hari sebelum letusan tersebut terjadi,” katanya.
Sumber: beritasatu.com
Foto: mahamerujaya-consultant.com

0
Like
Save

Comments

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: