9
February , 2012
Thursday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Baday| Medan Talk On March - 19 - 2010

jjgrosir

Ada ironi dari wilayah Kutub Utara. Sebuah studi terbaru memapar fakta bahwa jumlah seluruh hewan di Arktik telah meningkat selama 40 tahun terakhir namun makhluk-makhluk yang hidup paling dekat dengan Kutub
Utara justru menghilang.

Laporan terbaru PBB dan sejumlah kelompok lainnya yang dirilis Rabu
pada sebuah konferensi di Miami, AS, menyimpulkan bahwa populasi
burung, mamalia dan ikan telah meningkat sekitar 16 persen sejak 1970.

Hal ini berkaitan dengan pelarangan perburuan yang sejak dulu diberlakukan di kawasan terseut. Jumlah angsa liar saja telah meningkat hampir dua kali lipat. Mamalia laut, seperti ikan paus tertentu, juga mengalami peningkatan.

Peningkatan jumlah terbesar adalah di region yang lebih rendah dariArktik, terutama yang makhluk yang hidup di air mengalami kenaikan sekitar 46 persen.

Namun, hal itu terlalu menggembirakan karena di sisi lain spesies yang disebut High Arctic justru menurun sampai seperempat populasinya antara
tahun 1970 – 2004. Populasi Karibu Amerika Utara juga menurun sekitar
sepertiga jumlahnya.

Menurut peneliti Kanada yang mengorganisir penelitian ini, Mike Gill, fakta ini menunjukkan adanya “pemenang dan pecundang” sebagai dampak dari perubahan yang cepat di Arktik. Mike Gill, yang merupakan ketua Program Monitoring Keragamanhayati Lingkar Kutub internasional justru mengungkapkan keprihatinnanya terhadap situasi tersebut.

Sementara Louise McRae, ahli biologi konservasi di Zoological Society of London, selaku penulis laporan studi tersebut mengatakan bahwa penurunan jumlah hewan High Arctic itu sangat mengkhawatirkan. Hal ini karena wilayah tersebut menjadi area yang menderita dampak terjadinya pemanasan global yang diproyeksikan berlangsung sangat cepat dan
semakin memburuk, sehingga meningkatkan tekanan membahayakan terhadap kelangsungan spesies-spesies tersebut.

Memang belum ada cukup bukti untuk menyalahkan pemanasan global terhadap persoalan menurunnya populasi spesies tertentu, tetapi apa yang terjadi adalah “sebagian besar sejalan dengan apa yang akan diperkirakan dengan perubahan iklim,” kata Gill.

Daerah dengan kerugian terbesar juga memiliki lautan es menyusut lebih
cepat daripada yang diperkirakan, dan spesies seperti beruang kutub dan paus narwhals bergantung pada lautan es, sebut laporan itu.*

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.