Jakarta Banjir!

Jakarta Banjir!

091120abanjir-jktRatusan rumah di wilayah Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (20/11) terendam banjir. Begitupula dengan sejumlah sudut Jakarta lainnya. Banjir ini diakibatkan hujan deras yang mengguyur sepanjang Kamis sore.

Akibatnya, arus lalu-lintas jadi macet. Kemacetan cukup parah terjadi di Jalan Bangka, Jakarta Selatan. Air yang menggenang setinggi 30 sentimeter membuat pengendara mobil maupun motor harus berhati-hati melintas.

Kepadatan juga terjadi di Jalan Gatot Subroto. Arus lalu lintas dari arah Cawang menuju Grogol maupun sebaliknya padat merayap. Bahkan, kemacetan juga dialami kendaraan yang melintas di jalur tol dalam kota.
Banjir ini diakibatkan meningkatnya debit air kiriman dari Bogor dan Depok, Jawa Barat. Untuk mengetahui kondisi terkini, warga memasang papan pengumuman ketinggian air. Pemerintah DKI Jakarta diharapkan lebih sigap menangani genangan air. Ini agar jalan-jalan di Ibu Kota tidak mengalami kemacetan ketika hujan turun.
Di beberapa tempat terlihat warga sudah mengantisipasi kondisi ini dengan memindahkan harta bendanya ke tempat yang lebih aman. Kendaraan roda dua milik warga sengaja diparkir di gang rumah agar terhindar dari genangan air.

Banjir ini juga mengancam ratusan sekolah dasar dan menengah yang berada dalam area banjir. Sedikitnya 180 sekolah terancam terendam. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi meminta penyelenggara sekolah segera antisipasi jika banjir mengenai akses ke sekolah atau sekolah itu sendiri. Bila perlu, diterapkan proses belajar dilakukan jarak jauh.

Puncak Banjir Januari 2010

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia memprediksi bencana banjir di Jakarta akan datang lebih cepat, yaitu Januari 2010. “Banjir diperkirakan makin besar karena berbarengan dengan datangnya banjir air pasang laut atau rob. Banjir terus terjadi karena negara salah urus dalam mengelola sumber daya dan penataan ruang,” kata Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Ubaidillah.

Kondisi ini diperburuk dengan kondisi Proyek Banjir Kanal Timur yang belum selesai, buruknya saluran drainase, masalah kerusakan di 13 aliran sungai, dan musim hujan yang mencapai puncaknya pada bulan itu, banjir diperkirakan lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Walhi secara spesifik mengkritik kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo, tidak juga ada kebijakan yang mampu mempercepat akselerasi program penanggulangan banjir.

Perbaikan Infrastruktur Dikebut

Untuk menanggulangi banjir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan perbaikan sejumlah infrastuktur, diantaranya pembangunan pompa air Cideng dan rencana peninggian jalan di depan Universitas Atmajaya.

Pembangunan pompa air Cideng dilakukan guna meminimalisir potensi banjir di Jl. Thamrin, khususnya di muka gedung Sarinah. Proyek itu saat ini masih terus dikebut agar selesai pada Desember 2009. Hingga proyek itu selesai, kata Budi, pemerintah akan memaksimalkan sarana penanggulangan banjir dengan membersihkan saluran yang berada di Sabang. Begitupun dengan pompa air yang berada di gedung Jaya dan Surya. (Sumber: kompas/tempo/inilah/ Foto: liputan6)

0
Like
Save

Comments

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: