IBM menetapkan Kota Jakarta sebagai penerima hibah IBM Smarter Cities Challenge. Jakarta akan mendapatkan bantuan dari pakar-pakar terbaik IBM untuk menganalisa dan merekomendasikan Jakarta menjadi tempat kerja dan tinggal yang lebih baik.
Demikian siaran pers yang diterima Medantalk.com. IBM Smarter Cities Challenge adalah sebuah program hibah kompetitif di mana IBM memberikan bantuan teknologi dan layanan dengan nilai total $ 50 juta kepada 100 pemerintah kota di seluruh dunia selama tiga tahun mendatang. Para pakar IBM pilihan akan memberikan analisa dan rekomendasi kepada para pemimpin kota untuk mendukung pertumbuhan, memberikan layanan perkotaan yang lebih baik, memperluas keterlibatan publik, dan meningkatkan tingkat efisiensi.
IBM memilih kota-kota yang memberikan alasan terkuat mengapa mereka terlibat dalam Smarter Cities Challenge ini. Selama program ini berlangsung, peneliti, konsultan dan pakar teknik IBM akan mencermati berbagai permasalahan di kota-kota tersebut dan memberikan serangkaian opsi dan rekomendasi tindak lanjutnya. Permasalahan yang akan mereka cermati, antara lain, adalah di bidang kesehatan, pendidikan, keselamatan, layanan sosial, transportasi, komunikasi, daya tahan, pengelolaan anggaran, energi dan utilitas.
“Kami memilih Jakarta karena komitmennya terhadap penggunaan data untuk mengambil keputusan yang lebih baik, selain keinginannya untuk menelusuri dan bertindak berdasarkan solusi terbaik untuk mengatasi keprihatinan yang paling mendesak,” jelas Jennifer Crozier, Direktur, IBM Corporate Citizenship & Corporate Affairs.
“Kota-kota yang kami pilih terlihat berkomitmen untuk mengimplementasikan program-program yang secara nyata meningkatkan kualitas hidup, dan untuk menciptakan peta perjalanan yang dapat diikuti oleh kota-kota lain,” tambah Jennifer.
Selama program Smarter Cities Challenge ini berlangsung, IBM akan melatih penerima hibah agar mahir menggunakan situs web gratis yang bernama City Forward (http://www.cityforward.org). Situs ini memungkinkan para penentu kebijakan, advokasi rakyat, dan publik mendapatkan sudut pandang baru tentang performa kota mereka dibandingkan dengan kota-kota lain. Situs ini menyediakan data yang mudah digunakan agar mereka dapat mengambil keputusan secara lebih terinformasi guna meningkatkan layanan serta membuat warga kota menjadi lebih sehat, bahagia, aman, produktif dan makmur.
Situs ini menangkap statistik penting tentang performa berbagai layanan publik, seperti pendidikan, keselamatan, kesehatan, transportasi, penggunaan lahan, utilitas, energi, lingkungan hidup, pendapatan pribadi, pengeluaran, pertumbuhan penduduk dan lapangan kerja. Para pengguna kemudian dapat mengumpulkan, membandingkan, menganalisa, memvisualisasikan dan mendiskusikan berbagai tren statistik, sehingga mereka memperoleh wawasan nyata yang dapat membantu menentukan kebijakan publik.
Saat ini, kota-kota semakin dituntut untuk menerapkan manajemen perkotaan yang lebih baik. Pada tahun 2008, menurut PBB, untuk pertama kalinya dalam sejarah lebih dari setengah penduduk dunia tinggal di kota-kota besar. Diramalkan penduduk kota Jakarta akan mencapai 17,3 juta pada tahun 2015 atau meningkat 8,21% dari tahun 2010. Data lainnya mengindikasikan bahwa 7,47 juta kendaraan bermotor akan memenuhi kota Jakarta pada tahun 2014, meningkat 70% dari tahun kemarin.
“Jakarta menghadapi masalah transportasi karena ketidak tersediaan transportasi umum yang dinilai memadai. Di kota-kota seperti Jakarta, teknologi dapat membuat sistem dan infrastrukturnya menjadi lebih pintar, selain mewujudkan manfaat yang secara langsung mempengaruhi kualitas kehidupan warganya secara hemat biaya. Pengumuman hari ini akan memberikan Jakarta peluang untuk meningkatkan kualitas hidup warganya dan bersaing di perekonomian global,” tutur Suryo Suwignjo, Presiden Direktur, IBM Indonesia.
Popularity: unranked [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












