Jumlah Imigran di Penampungan Berkurang

Jumlah Imigran di Penampungan Berkurang

Jumlah imigran di penampungan sementara di Yayasan Pengembangan Anak Perkebunan (YPAP) Jalan Bunga Cempaka Medan, berkurang. Hal ini sesuai pendataan yang dilakukan pihak Divisi Imigrasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham) Sumut.

Kepala Divisi (Kadiv) Imigrasi Depkumham Sumut Toman Hutagalung, Rabu (13/1), membenarkan terjadinya pengurangan imigran di tempat penampungan sementara tersebut. Hasil pendataan pihaknya, jumlah imigran dibawah koordinasi Internasional Organization for Migration (IOM) awalnya saat pelimpahan imigran dari Aceh sebanyak 190 orang.

Dari jumlah itu 12 orang di antaranya sudah mendapatkan surat sertifikasi dari IOM sehingga bisa keluar dari tempat penampungan. Dengan demikian jumlah imigran di rumah penampungan tersebut seharusnya 178 orang. Namun, pagi kemarin ketika pihaknya bersama Kepala Kantor Imigrasi meninjau lokasi, ternyata tidak sampai 100 orang penghuni penampungan itu.

Melihat kondisi ini, Toman memerintahkan Kepala Kantor Imigrasi Polonia mencari tahu keberadaan imigran yang sudah tidak berada di penampungan. Pihaknya juga sudah menghubungi pihak IOM agar membantu mencari keberadaan para imigran tersebut. Masalah ini juga sudah dilaporkan ke Dirjen Imigrasi Depkumham guna mendapatkan petunjuk selanjutnya.

Selain itu, imigran yang ditangani IOM juga berada Perumahan Alam Hijau Tanjung Morawa sebanyak 5 orang, Rumah Dentisifikasi Imigrasi (Rudenim) Belawan sebanyak 80 orang, dan gedung P4TK Jalan Karya Dalam sebanyak 68 orang.

Toman mengatakan, penanganan imigran dilakukan secara nasional, tidak hanya Depkumham saja, banyak lembaga lain bertanggungjawab termasuk Departemen Luar Negeri (Deplu).

Dalam hal ini Deplu selaku leading sektor bekerjasama dengan IOM terus membuat surat penunjukkan ke Dirjen Imigrasi, lalu Dirjen Imigrasi menunjuk pihaknya, jika rudenim-nya sampai ke Aceh. Dengan demikian, lanjutnya, bagaimana mungkin mengawasi para pengungsi internasional yang begitu banyak, sementara personil yang mengawasi terbatas.

Terkait instruksi pengawasan, pihaknya sudah memerintahkan Kantor Imigrasi Polonia untuk melakukan pengawasan. Namun keterbatasan personil menyulitkan proses pengawasan, apalagi jika diawasi terlalu ketat, para imigran bisa marah sebagaimana terjadi di rudenim.

Selain itu, tambah Toman, perlakuan terhadap para imigran tidak bisa disamakan dengan pelaku kriminal, sebab akan mendapatkan sorotan di mata internasional. Sementara Kepala Kantor Imigrasi Polonia Medan Abdurahman menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak IOM, mencari keberadaan para imigran tersebut. Pihaknya juga akan menyurati kepolisian untuk membantu mencari.

Pihaknya menyatakan, pengawasan terhadap para imigran di penampungan sementara tidak bisa seketat pengawasan di rudenim, sebab berada di daerah pemukiman masyarakat.
Sementara Penanggungjawab IOM Jakarta Roni Bala via seluler mengaku, tidak tahu terkait kaburnya imigran dari tempat penampungan tersebut. Ia juga tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena dalam keadaan sakit. (Sumber: Analisa/ Foto:DS)

0
Like
Save

Comments

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: