Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf di dampingi Kasubbid Penmas AKBP MP. Nainggolan menerangkan, operasi Simpatik Toba 2016 ini dilaksanakan dalam bentuk Harkamtibmas dengan mengedepankan kegiatan Preemtif didukung dengan kegiatan Represif melalui teguran simpatik dan penegakan hukum. Hal ini sebut MP. Nainggolan untuk mengoptimalisasi Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL) guna menciptakan penggal jalan yang tertib marka, rambu, parkir serta pengguna jalan dalam rangka Kamseltibcar Lantas dengan Konsep Umum yang bersifat terbuka. Disebutkannya adapun tujuan dan sasaran Operasi ini adalah untuk terwujudnya situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar pada lokasi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) serta meningkatkan ketertiban dan kepatuhan serta disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Sedangkan sasaran Operasi adalah segala bentuk Potensi Gangguan (PG), Ambang Gangguan (AG) dan Gangguan Nyata (GN) sebelum, saat dan setelah ops “SIMPATIK TOBA – 2016” yang dapat menghambat, dan mengganggu Kamseltibcar lantas. Lebih lanjut mantan Kapolres Nias Selatan ini menyebutkan, bahwa Operasi Kepolisian Terpusat “Simpati Toba 2016 ” ini dilaksanakan di ruas jalan umum maupun jalan Tol dan aksesnya, unit-unit pelayanan Lalu Lintas yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab Fungsi Lantas Polri dengan melibatkan personil sebanyak 1.451 orang dengan rincian Satuan Tugas Polda sebanyak 60 Personil dan Satuan Tugas Wilayah sebanyak 1.391 Personil. Sumber: www.metromedan.com

Medan Talk: Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf di dampingi Kasubbid Penmas AKBP MP. Nainggolan menerangkan, operasi Simpatik Toba 2016 ini dilaksanakan dalam bentuk Harkamtibmas dengan mengedepankan kegiatan Preemtif didukung dengan kegiatan Represif melalui teguran simpatik dan penegakan hukum.

Hal ini sebut MP. Nainggolan untuk mengoptimalisasi Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL) guna menciptakan penggal jalan yang tertib marka, rambu, parkir serta pengguna jalan dalam rangka Kamseltibcar Lantas dengan Konsep Umum yang bersifat terbuka.

Disebutkannya adapun tujuan dan sasaran Operasi ini adalah untuk terwujudnya situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar pada lokasi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) serta meningkatkan ketertiban dan kepatuhan serta disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

Sedangkan sasaran Operasi adalah segala bentuk Potensi Gangguan (PG), Ambang Gangguan (AG) dan Gangguan Nyata (GN) sebelum, saat dan setelah ops “SIMPATIK TOBA – 2016” yang dapat menghambat, dan mengganggu Kamseltibcar lantas.

Lebih lanjut mantan Kapolres Nias Selatan ini menyebutkan, bahwa Operasi Kepolisian Terpusat “Simpati Toba 2016 ” ini dilaksanakan di ruas jalan umum maupun jalan Tol dan aksesnya, unit-unit pelayanan Lalu Lintas yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab Fungsi Lantas Polri dengan melibatkan personil sebanyak 1.451 orang dengan rincian Satuan Tugas Polda sebanyak 60 Personil dan Satuan Tugas Wilayah sebanyak 1.391 Personil.
Sumber: www.metromedan.com

View in Instagram ⇒

Follow social Media kami Instagram @MedanTalk ; Twitter @Medan

Leave a Reply