10
September , 2010
Friday

Parcel Medan

Kantin Kejujuran Bangkrut, PNS Semakin Tak Jujur?

Posted by Frans | Medan Talk On March - 8 - 2010

Kejujuran memang masih menjadi kemewahan di negeri ini. Lihatlah, kalau Kantin Kejujuran di Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro Medan saja bisa bangkrut, bagaimana lagi kita bisa mempercayai kejujuran para pegawai negeri sipil (PNS) di skup yang lebih besar?


Harian Global memberitakan, Kantin Kejujuran yang terletak di lantai dasar kantor Gubsu H. Syamsul Arifin itu berhenti beroperasi. Steling kaca yang biasanya berisi ragam alat tulis kantor, aksesoris pegawai serta makan dan minuman ringan, kini melompong. Yang tertinggal hanya stiker “Honesty Shop” berwarna hijau daun di kaca depan steling.
Suherman, pelaksana harian BKD Sumut mengatakan, sudah sepekan tidak ada transaksi, karena stok barang tidak ada. Menurutnya, barang habis karena kehabisan modal. Kantin yang dicanangkan untuk melatih kejujuran pegawai negeri sipil di lingkungan Pemprov Sumut itu selalu merugi. Suherman curhat, kantin itu pantas bangkrut. Rokok, sabun mandi, minuman, selalu habis. Tapi “si pembeli” tidak meninggalkan uang.

Memang, di kantin ini setiap transaksi tidak diawasi, namanya untuk melatih kejujuran. Pembeli melayani sendiri dan membayar sesuai harga tertera. Uang dimasukkan ke dalam laci tidak terkunci, bila uang lebih, pembeli mengambil sendiri kembaliannya.

Meski meniru yang sudah ada, Kantin Kejujuran ini sebenarnya ide brilian. Secara tak langsung, kantin ini menjadi semacam wadah untuk menguji kejujuran seluruh manusia di lingkungan Pemprovsu. Apakah mereka bisa jujur?

Kantin ini diresmikan pada 10 Desember 2008. Saat itu, kantin ini beroperasi dengan modal awal Rp 1 juta bersumber dari pegawai BKD dan Biro Umum. Di situ, dijual berbagai peralatan kantor, makanan dan minuman ringan sampai perlengkapan mandi. Biskuit, soft drink, sikat gigi, pulpen, kertas, tali sepatu, hingga topi hansip dan topi pegawai, pun tersedia.

Dilihat dari fungsinya, kantin ini tak didaulat untuk berdagang murni alias mencari untung. Kantin ini sebenarnya hanya sebagai sarana melatih kejujuran. Karenanya, modal pendirian kantin tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut. Modal awal Rp 1 juta didapatkan dari hasil patungan antara pegawai BKD Pemprov Sumut dengan Biro Keuangan.

Kantin ini ternyata tak berumur panjang. Satu tahun lebih beroperasi, kantin bangkrut. Mendengar kabar ini, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjo Nugroho tentu saja miris. Namun ia tak buru-buru menuding PNS Pemprovsu tak jujur dengan ramai-ramai “menembak” yang mengakibatkan kantin bangkrut.

“Doa dan harapan semoga faktor teknis (penyebabnya),” kata Gatot kepada medantalk.com belum lama ini. Ia menganalogikan seperti ini, misalnya si A mau beli sabun harga Rp 10 ribu. Ia membawa uang Rp 50 ribu. Ia tentu saja harus meninggalkan sendiri uang sejumlah barang yang diambilnya. Misalnya ia belanja sebesar Rp 10 ribu, tentu saja ia memiliki kembalian Rp 40 ribu. Namun saat ia belanja, tidak ada uang kembalian di kotak penyimpanan uang. Si A yang butuh sabun akhirnya tetap mengambil sabun, tapi ia mengurungkan niat meninggalkan uang Rp 50 ribu dengan asumsi hutang dulu. Tapi kemudian ia malah lupa membayar.

Nah, Gatot memerkirakan kejadian seperti ini bisa jadi penyebab bangkrutnya Kantin Kejujuran ini. Begitupun, ia juga tidak menutup mata pada kemungkinan masih banyaknya PNS Pemrovsu yang tak jujur. “Memang inti kejujuran ada dalam moralitas,” katanya lagi.

Ia menambahkan, orang yang moralnya kuat akan hati-hati. Pada contoh kasus tadi, ia akan mengurungkan niatnya untuk mengambil sabun karena khawatir lupa bayar. Atau tetap mengambil sabun dan barang-barang lain senilai uang Rp 50 ribu yang ditinggalkannya di dalam kotak penyimpanan uang.

Memang kurang adil juga rasanya menuding semua PNS Pemprovsu kian tak jujur dengan indikator bangkrutnya kantin ini. Soalnya, pengunjung kantin tak melulu para PNS. Menurut Suherman, pengunjung kantin itu ada anak sekolah, bahkan para pendemo. Ia berpikir kantin kejujuran belum pantas dibuat di kantor Gubsu. “Selain banyak yang tak jujur, gaji pegawai juga masih rendah. Naikin dulu gaji pegawai,” katanya.

Tapi seharusnya ada hal yang bisa dijadikan pelajaran di balik bangkrutnya Kantin Kejujuran ini. Bagaimana kita bisa jujur dalam menghadapi perkara besar, kalau dalam perkara kecil saja kita tak mampu?

Popularity: 2% [?]

**Selamat Datang Kembali! Download Medan Talk BlackBerry Launcher". Jangan lupa Daftar Gratis untuk Berita Medan terbaru dan Silakan berikan komentar anda di posts**

Berita Cerita Berkaitan

Berita Terkait

  • berita kejujuran
  • masalah gajih hansip kantor gubsu medan 2010
  • kantin kejujuran bangkrut
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
Kost Medan

1 Komentar

  1. bre Says:

    pak gatot… sebagai wakil gub Anda sangat cetek otaknya… ketidakjujuran bukan masalah gaji kecil pak, melainkan moralitas. lihat tuh DPR… udah gede gajinya juga pada korupsi and banyak yang bolos…

    piye to pak????

    Posted on July 25th, 2010 at 6:53 PM

Silahkan Komentar & Berikan Opini Anda




medan video
daftar gratis
    Nama Anda:
*  Email Anda:

MedanTalk Newsletter
submit content