Tahukah bahwa tingkat kebahagiaan seseorang bisa berubah secara substansial selama masa hidup mereka. Ini menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak ditentukan oleh gen atau kepribadian.
Psikolog telah lama berpendapat bahwa orang memiliki “set-point” (titik penentuan) untuk kebahagiaan. Terlepas dari apa yang terjadi dalam hidup, teori set-point berjalan, dalam tingkat kebahagiaan yang cenderung stabil. Sebuah peristiwa kehidupan yang besar dapat menciptakan dorongan sukacita atau lonjakan kesedihan, namun
dalam beberapa masa kemudian seseorang akan kembali ke tingkat kepuasan hidup yang telah ditetapkan, menurut teori.
Studi terbaru, yang menggunakan sampel dari hampir 150.000 orang dewasa Jerman justru menemukan sebaliknya. Ternyata kepuasan hidup jangka
panjang bisa berubah, seperti yang dilaporkan para peneliti itu pada Senin (4/10) yang dimuat Proceedings of the National Academy of Sciences. Kenyataannya, sejumlah besar orang yang dipantau lebih dari 25 tahun, terlihat mengalami pergeseran tingkat kebahagiaan mereka oleh sekitar sepertiga bahkan lebih.
Penelitian ini juga mendengungkan bahwa penelitian kebahagiaan sebelumnya membuktikan bahwa uang tak bisa membeli kebahagiaan.* (LiveScience/Yahoo/net)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












