Birthday surprise
jjgrosir
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>

Kelistrikan di Sumut Terancam, Bila…

13/05/2010 in Living, Medan Talk, News

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan, mengatakan, kelistrikan di Sumatera Utara dikhawatirkan bakalan tidak tertanggulangi apabila pemerintah provinsi belum juga memberikan ijin lokasi untuk proyek pembangunan PLTA Asahan III.

Demikian dijelaskan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan, Kamis (13/5) siang tadi di Medan. Bahkan, katanya, kondisi defisit terancam bakal berlangsung hingga tahun 2013.

“Saya tak keberatan proyek ini (Asahan III-red) ditunda dua tiga tahun. Asalkan masyarakat Sumut sepakat mengalami krisis hingga 2013,” kata Dahlan Iskan di hadapan sejumlah wartawan di ruangan VIP Bandara Polonia.

Dahlan yang didampingi Direktur Perencanaan Nasri Sebayang, Direktur Bisnis dan Manajemen Resiko Murtaqi Samsudin, Direktur Energi Primer Nur Pamudji dan Direktur Indonesia Timur Vickner Sinaga, mengungkapkan, PLN telah berulang kali mengajukan permohonan izin lokasi kepada Pemprov Sumut sejak tahun 2004, bagi proyek pembangkit berkapasitas 2×90 MW itu. Namun, hingga kini izin lokasi tak kunjung diberikan oleh Gubsu Syamsul Arifin.

Pihaknya, lanjut dia, juga sudah mengajukan permintaan seperti yang diajukan pemprov. Beberapa keinginan yang diinginkan pemprov agar bisa dipenuhi yakni proyek tersebut memang diperuntukan bagi masyarakat Sumut, pemda dilibatkan dan menjaga agar proyek ini jangan sampai jatuh ke tangan pihak lain, sudah disetujui. Meski begitu, tak juga melunakkan hati pemprov.

“Kewajiban saya mengajukan izin kepada Gubsu. Hingga saat ini belum ditolak,” jawab diplomatis ketika ditanyakan apa alasan Gubsu tak juga meneken izin lokasi bagi proyek pembangkit yang mendapatkan pinjaman dari Jepang senilai US$ 250 juta ini.

Dia berharap agar proyek jutaan dollar ini segera dilaksanakan. Jika persoalan izin sudah tak lagi jadi batu sandungan, maka proses tender secara terbuka akan dilakukan, untuk pembangunan konstruksi tahap awal pada Juni mendatang. Pihaknya mengundang secara terbuka semua pihak ikut dalam tender ini.

“Dibutuhkan dana senilai US$ 300-320 juta untuk proyek ini. Selama ini kita sudah keluarkan Rp 100 miliar termasuk untuk izin kelayakan, desain,” jelasnya.

Dahlan dalam kesempatan itu juga mengungkapkan, masalah krisis listrik secara nasional sudah bisa teratasi pada akhir Juni mendatang secara nasional.

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>