Kemarau Tiba, Produsen Jagung Tetap Optimis

Kemarau Tiba, Produsen Jagung Tetap Optimis

Meski permintaan benih jagung masih lesu hingga awal Maret karena masih musim kemarau, produsen optimistis permintaan bibit di Sumatera Utara tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu.

“Prediksi membaiknya permintaan itu mengacu pada mahalnya harga jual jagung pipil di pasar pada tahun ini sehingga dipastikan petani tertarik bertanam jagung,” kata Districk Sales Manager Medan PT Dupont Indonesia, Suwandy Purba, akhir pekan kemarin di Medan.

Harga (dasar) jagung di pabrikan di Medan, misalnya, kata dia berada di kisaran Rp3.100 per kg, sedangkan di tingkat petani berkisar Rp2.400 – Rp2.900 per kg. Harga jagung petani tertinggi berada di Kabupaten Tanah Karo sebesar Rp2.900 per kg.

Harga jual jagung pipil itu diperkirakan akan naik lagi atau minimal bertahan mengingat kebutuhan jagung Sumut, nasional dan bahkan di luar negeri semakin besar ditengah produksi yang justru tren menurun.

PT.Dupont sendiri, kata Suwandy, tahun ini menargetkan penjualan benihnya naik sekitar 30 persen dari tahun lalu. Tahun lalu, kata dia, penjualam sedikit menurun dibandingkan tahun 2009 akibat faktor cuaca yang tidak menentu.

Meski permintaan dipastikan meningkat, tetapi harga jual benih, kata dia, tidak akan dinaikkan dari dewasa ini yang berkisar Rp50.000 Rp55.000 per kg.

Kabid Bina Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sumut, Bonar Sirait, mengakui, semakin tingginya minat petani bertanam jagung tahun ini dengan perhitungan harga jual hasil panennya naik. Penanaman jagung diperkirakan baru mulai pertengahan Maret ini, setelah curah hujan tinggi dan usai panen padi.

Tahun ini, kata dia, benih gratis untuk Sumut diberikan untuk luasan 13.258 hektar yang berada di 18 kabupaten. Dengan meningkatnya penyaluran benih gratis itu, kata dia, Pemerintah Provinsi Sumut berharap produksi jagung bisa mencapai 1,5 juta ton dari perolehan tanaman seluas 269.000 hektare.

0
Like
Save

Comments

Silakan Berbagi / Komentar

%d bloggers like this: