Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah l Medan, Syahnan mengatakan banjir dan angin kencang yang terjadi di Kota Medan, Minggu (8/7), karena ada pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Sumatera Utara. “Suhu muka laut di perairan Samudera Hindia dan Selat Malaka yang hangat (31-32 C), dan anomali SST di Pantai Barat Sumatera Utara lebih hangat 0,5-1,0 C dari normalnya. Sehingga adanya panambahan uap air cukup tinggi di wilayah tersebut,” katanya, Senin (9/7). Selain pertumbuhan awan hujan, juga ada gangguan berupa belokan angin dan konvergensi di Pantai Timur Sumatera Utara, yang disebabkan adanya pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan yang memicu pertumbuhan awan-awan hujan. “Jadi, kecepatan angin di lapisan 850 mb adalah 05 knot, di lapisan 700 mb mencapai 10 knot, dan di lapisan 500 mb mencapai 13 knot. Sementara itu, kelembaban udara di lapisan 850-500 mb cukup basah,” jelasnya. Syahnan mengungkapkan, dari data yang dicatat BMKG diprediksi cuaca ekstrim tersebut akan berlangsung selama 2-3 hari kedepan. “Rekomendasi cuaca ekstrim yang melanda Pantai dan lereng Timur Sumatera Utara dan sekitarnya diprakirakan akan bertahan 2 sampai 3 hari kedepan,” ungkapnya. BMKG juga menghimbau agar mewaspadai cuaca ekstrim terutama masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan dan perkotaan. “Masyarakat yang berada di daerah aliran sungai agar lebih waspada terhadap potensi banjir. Di daerah pegunungan agar waspada potensi longsor dan di perkotaan waspada potensi angin kencang dan genangan air,” himbau Syahnan. Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bmkg-cuaca-ekstrim-berlangsung-hingga-2-hari-kedepan/582972/2018/07/09

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah l Medan, Syahnan mengatakan banjir dan angin kencang yang terjadi di Kota Medan, Minggu (8/7), karena ada pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Sumatera Utara. “Suhu muka laut di perairan Samudera Hindia dan Selat Malaka yang hangat (31-32 C), dan anomali SST di Pantai Barat Sumatera Utara lebih hangat 0,5-1,0 C dari normalnya. Sehingga adanya panambahan uap air cukup tinggi di wilayah tersebut,” katanya, Senin (9/7). Selain pertumbuhan awan hujan, juga ada gangguan berupa belokan angin dan konvergensi di Pantai Timur Sumatera Utara, yang disebabkan adanya pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan yang memicu pertumbuhan awan-awan hujan. “Jadi, kecepatan angin di lapisan 850 mb adalah 05 knot, di lapisan 700 mb mencapai 10 knot, dan di lapisan 500 mb mencapai 13 knot. Sementara itu, kelembaban udara di lapisan 850-500 mb cukup basah,” jelasnya.

Syahnan mengungkapkan, dari data yang dicatat BMKG diprediksi cuaca ekstrim tersebut akan berlangsung selama 2-3 hari kedepan. “Rekomendasi cuaca ekstrim yang melanda Pantai dan lereng Timur Sumatera Utara dan sekitarnya diprakirakan akan bertahan 2 sampai 3 hari kedepan,” ungkapnya.

BMKG juga menghimbau agar mewaspadai cuaca ekstrim terutama masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan dan perkotaan. “Masyarakat yang berada di daerah aliran sungai agar lebih waspada terhadap potensi banjir. Di daerah pegunungan agar waspada potensi longsor dan di perkotaan waspada potensi angin kencang dan genangan air,” himbau Syahnan.

Sumber : http://m.analisadaily.com/read/bmkg-cuaca-ekstrim-berlangsung-hingga-2-hari-kedepan/582972/2018/07/09

#Medan #Berita #Cuacaekstrim #Medantalk #BMKG

Berita Cerita Kota Medan

[if-insta-embed-video]

[/if-insta-embed-video]

Untuk informasi pasang iklan , cek halaman sponsors Untuk informasi lowongan kerja cek www.KarirGram.com

Untuk informasi kuliner sedunia, cek www.MakanTalk.com

Untuk informasi property Medan, tips dan inspirasi cek www.RumahTalk.com

Untuk informasi otomotif dan video viral otomotif, cek www.OtomTalk.com

Follow our social media: Instagram , Facebook & Twitter @medantalk for instant updates and please share our posts

Leave a Reply