Birthday surprise
jjgrosir
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>

Konversi Minah ke Elpiji di Sumut Gagal

15/01/2010 in Business, News

Program konversi minah ke gas di Sumatra Utara (Sumut) dinilai gagal dilakukan antara masyarakat dan para agen. Untuk itu, program konversi ini diminta untuk dihentikan sementara, atau ditunda.

Hal ini dilontarkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal Sumut Parlindungan Purba, usai pertemuan dengan jajaran Pertamina, di Medan, Jumat (15/1). Hadir juga Anggota DPRD Sumut Brilian Moktar dalam pertemuan itu.
asyarakat juga para agennya.

“Saya akan layangkan surat kepada pemerintah, Pertamina pusat agar penarikan minah ditunda sementara waktu,” ucap Parlindungan. Ditambahkannya, rapat muspida plus beberapa waktu lalu juga telah dikemukakan agar program konversi minah ke gas dipertimbangkan mendapat penundaan sementara waktu menyusul kesiapan semua pihak.

Ia juga menjelaskan, persediaan stok elpiji di Sumut masing kurang. “Jadi kalau konversi ini dipaksakan bisa menjadi masalah besar di masyarakat, paling tidak konversi ditunda selama 6 bulan. Jadi DPD RI sangat mendukung Gubsu terkait permintaan penundaan konversi di Sumut,” katanya.

Selain, penundaan, lanjut Parlindungan, DPD akan meminta kepada Pertamina pusat agar diberi kewenangan penuh kepada regional soal pengadaan gas, sehingga bisa mengambil kebijakan penuh di masing-masing wilayah operasional.

Kalau memang target pemerintah pusat harus selesai tahun 2010, lanjut dia, tentu masih banyak waktu untuk melakukan pembagian paket kompor gas dan sosialisasi serta mempersiapkan sarana pendukung lainnya.

“Jangan gara-gara target dikorbankan masyarakat Sumut, apalagi saya dengar tabung dan perangkat lainnya masih banyak yang kurang layak dipakai,” ungkapnya seraya menambahkan penyediaan kredit perbankan bagi agen disegerakan mengingat apar agen minah butuh modal sebagai investasi awal, untuk beralih ke agen elpiji.

Desakan juga disampaikan Anggota DPRD Sumut, Brilian Moktar juga menyampaikan pendapat senada perihal program konversi dan ketidaksiapan pihak terkait. Anggota dewan itu menilai, mahalnya harga minah di masyarakat dewasa sebagai bentuk ketidaksiapan menghadapi program pemerintah pusat ini.

“Agen tak siap, baik dari sisi kuantitas maupun personalnya. begitu juga dengan masyarakat. Begitu minah gak ada, keagenan tak siap,” cetus Brilian.

Sementara itu Manger Gas Domestik Region I Sumatera Yudi Yanurwinda kepada Parlindungan Purba menyampaikan, bahwa Pertamina sangat menghargai usulan Gubsu.

“Jadi terkait permintaan Gubsu dalam rapat Muspida Sumut kemarin untuk menunda konversi di Sumut, Pertamina Region I telah mengirimkan surat ke pemerintah pusat. Jadi kita masih menunggu surat itu,” ucapnya.

Di pasaran, harga jual elpiji kemasan 12 kilo saat ini berkisar Rp 70 ribu (ambil langsung) dan Rp 72 ribu (diantar), sementara elpiji tabung 3 kilo Rp 12 ribu (jemput) dan Rp 12.500 (antar).

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>