Meski gempa dahsyat berkekuatan 7,9 skala richter yang mengguncang Sumatra Barat sudah berlalu tiga bulan silam, namun sebagian besar korban bencana itu masih tinggal di tenda-tenda darurat.
Seperti warga Lubuk Laweh, Kecamatan Padang Pariaman misalnya. Mereka terpaksa bertahan di tenda dengan kondisi yang memprihatinkan. Terpaan angin dingin, deraan air hujan maupun panasnya terik matahari harus dihadapi warga. Para korban gempa meminta pemerintah agar memindahkan mereka ke tempat lain, Senin (11/1).
Bukan cuma itu, kondisi perekonomian warga semakin melumpuh. Sumber kehidupan mereka sudah tidak ada lagi karena habis diguncang gempa dan dihantam longsor. Sawah dan ladang para korban gempa kini menjadi gundukan-gundukan tanah sehingga tak ada tempat lagi bagi mereka untuk mencari nafkah.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sebagian warga menerima upah Rp 10 ribu per hari dari hasil mengupas buah pinang dan mengumpulkan kayu manis pemilik kebun. Naasnya, bantuan sudah tak lagi mengalir ke daerah ini.(Sumber: Liputan6/Foto: DS)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail













