Selain saat untuk berpuasa, bulan Ramadan sekaligus menjadi saat untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Misalnya, dengan mengundang anak yatim piatu untuk berbuka puasa bersama dan membagi-bagikan bingkisan. Lain pula dengan yang dilakukan Majalah KOVER Medan, yang memaknai Ramadan dengan menunjukkan kepeduliannya dengan sejumlah tukang becak dayung.
Belum lama ini KOVER, salah satu pelopor majalah gaya hidup di Medan ini, mengundang 20 tukang becak yang sehari-hari beroperasi di kawasan komplek perumahan Taman Setia Budi Medan. Mereka mendapatkan bingkisan berupa bahan-bahan pokok sehari-sehari, seperti susu, gula, minyak goreng, kopi, teh dan keperluan sehari-hari lainnya.
“Walaupun tidak banyak, karena hanya memberikan bingkisan kepada 20 tukang becak, tapi KOVER ingin menunjukkan kepeduliannya kepada mereka yang kurang mampu. Apalagi di saat menjelang Lebaran seperti ini,” kata Novina Saragih, Pemimpin Redaksi Majalah KOVER.
Novina menambahkan, meskipun KOVER adalah majalah lifestyle dengan segmen anak muda dan dewasa, namun tetap tidak melupakan kondisi di sekitar kita, seperti para tukang becak.
Kehadiran pengayuh becak dayung di Medan semakin lama semakin tergeser oleh becak mesin. Kalau dibandingkan, penghasilan tukang becak dayung jauh lebih kecil daripada pengayuh becak mesin.
“Sekarang orang lebih suka naik becak mesin daripada becak dayung karena lebih cepat. Jelas pendapatan kami pun berkurang. Kalau dulu masih banyak orang yang suka naik becak dayung,” kata Suparmin, salah satu penarik becak dayung yang biasa beroperasi di kawasan komplek perumahan Taman Setia Budi Indah, Medan.
Para penarik becak dayung yang sebagian besar sudah berusia ujur itu mengaku seringkali harus mengalah dengan kondisi persaingan yang semakin ketat. Sebagian juga sudah meninggalkan becak dayung dan beralih ke becak mesin karena menganggap lebih cepat menghasilkan uang.
“Karena makin banyaknya becak mesin, lama-lama orang tak mau lagi naik becak dayung. Beruntung, sebagian dari kami punya langganan tetap, misalnya antar jemput sekolah, jadi masih bisa bertahan,” ujar Suparmin.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












