Daripada sibuk berwacana soal penataan dan perawatan Kota Medan, Komunitas Peduli Kota Medan (KPKM) memilih untuk melakukan aksi positif dan bermanfaat.
Komunitas ini pun menunjukkan kepeduliannya kepada Kota Medan dengan kegiatan bersih-bersih dan pengecatan pagar pembatas Jembatan Kebajikan di Jalan Zainul Arifin, Medan, Sumatera Utara, Minggu (1/8/2010) pagi.
Komunitas yang berawal dari pertemanan di jejaring sosial Facebook ini menganggap sudah saatnya melakukan aksi yang bermanfaat untuk Kota Medan yang kini perawatan dan penataannya semakin amburadul.
Seperti yang terlihat di sekitar Jembatan Kebajikan. Selain kondisinya dibiarkan tak terawat, nyaris tak ada pengawasan kebersihan di sekitar jembatan yang oleh UNESCO ditetapkan sebagai salah satu warisan berharga di Asia tahun 2003.
Sampah-sampah terlihat berserakan di kolong jembatan yang dialiri Sungai Babura itu. Stiker-stiker kampanye calon walikota yang belum dicabut juga merusak kebersihan lokasi jembatan yang seharusnya tetap dijaga bersih.
“Daripada sibuk berwacana, lebih baik melakukan aksi positif dan bermanfaat,” ujar Denny Sitohang, penggagas aksi yang dihadiri 20an relawan yang datang dari berbagai profesi itu. “Sudah saatnya kita melakukan aksi untuk Medan. Paling tidak bisa dimulai dari hal-kecil dan sederhana seperti ini,” jelas Denny.
Gagasan ini, kata Denny, awalnya hanya dilemparkan lewat jejaring dunia maya, Facebook, tanpa pernah melakukan kopi darat atau diskusi serius sesama anggota untuk menyusun kepanitiaan. Termasuk, penggalangan dana pengecatan yang ditalangi oleh masing-masing relawan.
“Nanti kalau disusun panitianya malah sibuk mengurusi yang lain. Akhirnya, tak jadi-jadi aksinya. Kita hanya sounding di Facebook, termasuk penggalangan dananya. Siapa yang mau ikut serta silakan, aksi ini terbuka untuk semua orang Medan,” jelas Denny.
Rizanul, salah seorang relawan, menganggap aksi seperti ini bisa menjadi ‘cambukan’ untuk warga Medan dan pemerintahnya. “Setidaknya agar warga Medan lebih peduli,” komentarnya.
Ke depan, KPKM akan melakukan aksi-aksi lain yang tentu saja masih dalam semangat cinta Kota Medan.
Jembatan Kebajikan (Chen Tek) sendiri dibangun untuk menghubungkan Calcutta Straat (Jalan Zainul Arifin) dan Coen Straat (Jalan Gajah Mada) pada tahun 1916 oleh Tjong A Fie, saudagar Tionghoa yang hidup pada masa itu.
Jembatan ini dibangun A Fie untuk menghormati Tjong Yong Hian, kakak A Fie yang hidup antara 1850-1911. A Fie adalah tokoh yang mengibarkan semangat kerukunan dan kebersamaan masyarakat Medan yang multi etnis ini.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail










