MEDAN – Kredit properti yang disalurkan perbankan di Sumatera Utara mencapai Rp 842,37 miliar. Data ini dilansir oleh Bank Indonesia (BI) Kantor Regional Sumut dan Aceh.
Penyaluran ini didominasi skim pinjaman real estate perumahan menengah, besar atau mewah (tipe di atas 70) yang senilai Rp 231,13 miliar dan untuk real estate perumahan flat/apartemen senilai Rp 224,3 miliar.
“BI terus mendukung bank untuk menyalurkan kredit ini, terutama yang bersifat investasi. Meski masih banyak yang tersalur ke sektor konsumtif seperti perumahan, tapi itu juga sejalan dengan permintaan masyarakat Sumut akan rumah. Apalagi sekarang kebutuhannya cukup tinggi. Hal ini juga dipengaruhi semakin tingginya jumlah penduduk yang otomatis membuat jumlah hunian meningkat,” ujar Kepala Bidang Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Kantor Regional Sumut dan Aceh, Mikael Budisatrio, di kantornya, kemarin.
Dia menyebutkan, penyaluran kredit untuk real estate perumahan sederhana (perumnas) senilai Rp 17,15 miliar, real estate perumahan sederhana (selain perumnas hingga tipe 21) tercatat senilai Rp 1,96 miliar.
Real estate perumahan sederhana (selain perumnas sampai dengan tipe 22-70) senilai Rp 40,66 miliar, real estate gedung perbelanjaan seperti mall dan plaza tercatat senilai Rp 76,78 miliar, real estate gedung perkantoran senilai Rp 70,51 juta.
Pemerhati ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU), John Tafbu Ritonga mengatakan, kredit properti di Sumut belum menjadi ancaman serius dan berisiko tinggi. Pasalnya, agunan yang digunakan masih bisa meng-cover utang pokok ditambah bunga beberapa bulan angsuran.







Comments