10
February , 2012
Friday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Denny Sitohang | Medan Talk On March - 17 - 2010

jjgrosir

Ketenangan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan, Rabu (17/3) siang tadi terganggu dengan kehadiran massa Gerakan Masyarakat Peduli Pilkada Demokrasi (GMPPD), pendukung Rudolf M Pardede. Aksi ini dipicu keputusan KPU yang mengganjal majunya Rudolf-Afifuddin menjadi calon Walikota dan Wakil Walikota Medan dalam Pilkada Medan mendatang.

Massa GMPPD yang dikoordinatori Izrael Situmeang menuntut penjelasan KPU Kota Medan mengenai SK KPU No. 59 tahun 2010. Mereka juga meragukan independensi KPU Kota Medan. “KPU Pusat segera tindak KPU Medan karena membangkang,” kata Situmeang.

Pertemuan Situmeang dengan Ketua KPU Kota Medan, Evi Novida Ginting sempat memanas. Situmeang meminta Ketua KPU Medan menjelaskan hasil rapat pleno yang salah satu hasilnya mencoret Rudolf-Afifuddin sebagai kandidat.

Menjawab Situmeang, Evi mengatakan tidak akan memberikan hasil rapat pleno itu karena itu merupakan masalah internal KPU Medan. “Permintaan hasil rapat pleno tidak bisa diberikan,” kata Evi. Sedangkan SK No. 59 tidak masalah, jika diperlukan ia bisa memberikannya. SK ini mengatur tentang tatacara pencalonan walikota dan wakilnya.

Dituding tidak fair dalam memimpin KPU Medan dan mengeluarkan keputusan karena kerabat dekatnya adalah salah satu kandidat wakil walikota, Evi meminta Situmeang dan kawan-kawan untuk menempuh jalur hukum. “Silahkan tempuh jalur hukum kalau ada kecurangan. Lapor saja ke polisi,” katanya.

Sementara itu, Selasa (16/3) kemarin, Rudolf M. Pardede tetap optimis upayanya membatalkan penetapan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan oleh KPU Medan bisa gol. Ia mengatakan akan menempuh jalur hukum. “Saya akan menempuh jalur hukum. Semua gugatan telah saya persiapkan untuk KPU Medan, baik itu pidana ataupun perdata. Kami juga akan meminta Mahkamah Konstitusi untuk segera membatalkan pencabutan nomor urut tersebut,” katanya dikutip Sumut Pos.

Rudolf mengaku sangat kecewa dengan KPU Medan yang bertindak seperti penyidik kepolisian. Menurutnya, KPU Medan tak pantas mencoret dia dan pasangannya dari pencalonan Pilkada Medan. “Temuan-temuan apa yang didapat KPU Medan? Mereka itu bukan penyidik, mereka itu hanya pelaksana Pilkada,” ucapnya geram.
Ramses Simbolon, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Pelangi Rudolf Pardede-Affifuddin Lubis mengatakan KPU Medan seharusnya patuh dengan KPU Pusat.

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

1 Response

  1. William fransiskus sinaga Says:

    Klo bsa ini jngan d jdikan wacana biasa persoalan bisa d atasi asalkan brdasarkan peraturan dan etika dalam plaksanaanya. Terakhir saya mengharapkan pesta nti yg brsifat demokrasi dpt brjalan dngan baik sesuai dngan kenginan rakyat medan. Semoga berhasil…

    Posted on May 8th, 2010 at 6:30 PM

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.