KPU Kota Medan di Jalan Kejaksaan, Jumat (18/3), kembali diserbu massa pendukung Rudolf. Puluhan orang yang menamakan diri Komunitas Pinggiran Payung Hitam (Kopi Pahit) mempertanyakan pembatalan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan Rudolf M Pardede-Afifuddin Lubis.
Kopi Pahit, lewat koordinator aksi Sugianto Harahap mengatakan KPU tidak independen dan nepotis. Mereka juga menuntut agar Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting menunjukkan hasil rapat pleno.
Dari KPU Medan, massa melanjutkan aksinya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan. Di sini, massa memaksa masuk ke kantor KPU Sumut untuk bertemu ketua KPU Sumut. Namun pihak KPU Sumut menolak dan menawarkan kepada Kopi Pahit untuk mengutus perwakilan mereka untuk masuk dan berdialog.
Sayangnya, Sugianto Harahap menolak dan tetap meminta agar seluruh peserta aksi bisa masuk ke dalam ruangan. Petugas kepolisian yang berada di sekitar gedung KPU langsung berjaga-jaga. Belum diketahui bagaimana perkembangan situasi ini.
Mereka juga menilai KPU tidak per dinama Rudolf yang telah lulus verifikasi sebelumnya menjadi DPD RI, dan kini malah dinyatakan tidak lulus verifikasi karena alasan Ijazah.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












