Lamhot Alberto Simanjuntak (25), warga Jalan Pelangi Gang Tapian Nauli, Kecamatan Medan Kota benar-benar sok jagoan. Lamhot nekat mengajak duel anggota Polsek Patumbak lantaran ketahuan memeras sopir-sopir angkot di kawasan Terminal Amplas. Tak tanggung-tanggung, preman terminal itu mengajak duel AKP Fery Kusnadi, yang tak lain Kepala Unit Reskrim Polsek Patumbak. Ceritanya, saat itu petugas Polsek Patumbak yang melaksanakan tugas antisipasi 3C (Curas, Curat, Curanmor) melihat Lamhot bersama temannya melakukan pungutan liar pada sopir-sopir yang melintas di sekitar terminal tersebut. Lamhot tertangkap tangan saat memungli Mobil Colt Diesel Box. Saat itulah, Kanit Reskrim AKP Fery Kusnadi langsung turun dari mobilnya dan bergerak cepat langsung menangkap Lamhot. Lamhot saat itu juga, langsung melakukan perlawanan dengan mengajak berkelahi dan menyerang AKP Fery Kusnadi. Ternyata Fery memiliki bekal beladiri taekwondo dan balik menyerang sehingga dapat melumpuhkan Lamhot. Sementara teman Lamhot yang saat itu bersamanya pasang jurus kaki seribu alias melarikan diri. “Udah parah kali preman-preman sekarang ini. Sudah jelas ada sepanduk dilarang melakukan kegiatan pungli. Malah di bawah spanduk itupula melakukan pungli pada mobil box yang lewat.” “Parahnya lagi saat ditangkap melawan pula dia, sampai berkelahi saya sama dia hingga masuk ke dalam parit baru minta ampun,” ungkap AKP Fery Kusnadi mengisahkan yang baru dialaminya, Minggu (13/3/2016). Selanjutnya, Lamhot digelandang ke Mapolsek Patumbak dengan barang bukti (BB) uang Rp30 ribu hasil pemerasan dan kwitansi berstempel Organisasi Kepemudaan (OKP). “Untuk sementara tersangka kita kenakan Pasal 368 ayat 1 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” pungkas Fery‬. Sumber: horas sumut news

Medan Talk: Lamhot Alberto Simanjuntak (25), warga Jalan Pelangi Gang Tapian Nauli, Kecamatan Medan Kota benar-benar sok jagoan.
Lamhot nekat mengajak duel anggota Polsek Patumbak lantaran ketahuan memeras sopir-sopir angkot di kawasan Terminal Amplas.

Tak tanggung-tanggung, preman terminal itu mengajak duel AKP Fery Kusnadi, yang tak lain Kepala Unit Reskrim Polsek Patumbak.
Ceritanya, saat itu petugas Polsek Patumbak yang melaksanakan tugas antisipasi 3C (Curas, Curat, Curanmor) melihat Lamhot bersama temannya melakukan pungutan liar pada sopir-sopir yang melintas di sekitar terminal tersebut.

Lamhot tertangkap tangan saat memungli Mobil Colt Diesel Box. Saat itulah, Kanit Reskrim AKP Fery Kusnadi langsung turun dari mobilnya dan bergerak cepat langsung menangkap Lamhot.

Lamhot saat itu juga, langsung melakukan perlawanan dengan mengajak berkelahi dan menyerang AKP Fery Kusnadi. Ternyata Fery memiliki bekal beladiri taekwondo dan balik menyerang sehingga dapat melumpuhkan Lamhot. Sementara teman Lamhot yang saat itu bersamanya pasang jurus kaki seribu alias melarikan diri. “Udah parah kali preman-preman sekarang ini. Sudah jelas ada sepanduk dilarang melakukan kegiatan pungli. Malah di bawah spanduk itupula melakukan pungli pada mobil box yang lewat.” “Parahnya lagi saat ditangkap melawan pula dia, sampai berkelahi saya sama dia hingga masuk ke dalam parit baru minta ampun,” ungkap AKP Fery Kusnadi mengisahkan yang baru dialaminya, Minggu (13/3/2016). Selanjutnya, Lamhot digelandang ke Mapolsek Patumbak dengan barang bukti (BB) uang Rp30 ribu hasil pemerasan dan kwitansi berstempel Organisasi Kepemudaan (OKP). “Untuk sementara tersangka kita kenakan Pasal 368 ayat 1 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” pungkas Fery‬.
Sumber: horas sumut news

View in Instagram ⇒

Follow social Media kami Instagram @MedanTalk ; Twitter @Medan

Leave a Reply