10
February , 2012
Friday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Yance | Medan Talk On February - 13 - 2010

jjgrosir

Kalah dari Persikabo Bogor, pelatih PSMS Medan Kustiono mendapat pekerjaan rumah berat. Ia bersama anak didiknya dituntut harus mampu memetik angka penuh saat berhadapan dengan Persita Tangerang di Stadion Teladan, Minggu (14/2).

Beban berat ini langsung disampaikan oleh manajemen PSMS yang diwakili oleh Benny Tomoasa, Wakil Manager PSMS Medan. “Kami tidak mau PSMS kalah,” kata Benny.

Menjawab tuntutan ini, Kustiono bersama anak didiknya terus meningkatkan latihan. “Kita tidak mau mengalami kegagalan untuk kedua kalinya dalam partai kandang. Masalah tim kita dipercayakan kepada pelatih,” kata Benny.
Analisis Benny, kegagalan PSMS saat melawan Persikabo karena ketatnya pertahanan lawan. Tim asuhannya bukannya tidak berupaya semaksimal mungkin. Namun kenyataan berkata lain, PSMS kalah 0-1 di depan publiknya sendiri. “Kalah atau menang adalah soal biasa. Menang membuat kita bangga, namun kalah juga harus memiliki jiwa besar untuk melakukan evaluasi,” kata Benny.

Kemarin, PSMS Medan pindah latihan ke lapangan TD Pardede Jalan Medan Binjai  karena Stadion Kebun Bunga memiliki tanah yang keras dan bergelombang. Akibatnya, latihan menjadi terganggu. Namun, perpindahan tempat latihan ini, kata Benny, hanya satu kali saja. “Selanjutnya kembali ke Stadion Kebun Bunga atau Teladan,” katanya.

Namun perpindahan tempat latihan ini tak semata karena alasan seperti yang dikatakan Benny. Ada sinyalemen, tempat latihan dipindah karena manajemen khawatir diganggu oleh fans fanatik PSMS yang tergabung dalam Smeck. Memang, sejak Kustiono menjadi pelatih PSMS, Smeck terus-terusan mengkritik manajemen karena kurang puas dengan kualitas Kustiono.

Taoi kekhawatiran manajemen PSMS itu dikatakan Ketua Smeck Hooligan tak berasalan. “Manajemen tak perlu takut dengan pendukung setia PSMS,” kata Ketua Smeck Holigan, Nata Simangunsong. Menurutnya, Smeck terus mengkritisi manajemen dan pelatih karena dianggap “tidak beres” sehingga membuat PSMS semakin terpuruk dan bisa terdegradasi ke Divisi Satu.

Popularity: 1% [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.