LIBURAN Natal dan Tahun Baru 2011, diperkirakan warga kota Medan banyak yang memilih merayakan akhir tahun di kawasan berudara sejuk seperti Kota Berastagi, Kabupaten Karo. Sebaliknya, banyak warga Kabupaten Karo yang menghabiskan masa liburannya ke Kota Medan untuk bertemu dengan sanak saudara.
Hampir sebulan lebih, jalan yang menghubungkan Medan-Berastagi mengalami gangguan karena terkena longsor. Tepatnya di kawasan menuju Sembahe, Kabupaten Deli Serdang ada jalan longsor yang memakan hampir setengah badan jalan. Warga masyarakat yang melewati jalur ini diimbau agar berhati-hati dan tidak menggunakan jalan sampai dua lajur.
Seperti disampaikan seorang warga Medan, David Purba, yang melakukan perjalanan dari Medan ke Kabanjahe, pemerintah seharusnya cepat tanggap dengan kondisi jalan rusak. Karena, di lokasi jalan rusak ini ada oknum-oknum dari masyarakat yang mencoba mengamankan jalur dengan mengutip uang dari setiap kendaraan yang lewat.
“Uang dikutip dipergunakan untuk apa? Kadang-kadang kesannya memaksa pengguna jalan untuk memberikan uang. Petugas yang berwenang untuk mengamankan lalu lintas di kawasan ini terkesan tutup mata dan melakukan pembiaran,” ujar David.
“Pemerintah dan aparat terkait seharusnya turun ke lokasi jalan longsor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena, kadang-kadang oknum di lapangan terkesan memaksa kendaraan yang lewat untuk memberikan uang,” tambahnya.
Tidak hanya jalan rusak, lanjut David, di sepanjang jalan dari Medan menuju Berastagi sangat rawan dengan kecelakaan lalulintas, apalagi cuaca belakangan ini tidak teratur. Saat hujan turun, jalan sangat licin. Truk-truk besar dengan muatan melebihi tonase pun masih tetap saja melintas di kawasan jalan ini.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












