Lima dari enam teroris yang ditangkap di Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu (11/4), sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Senin (12/4) pagi tadi akhirnya dipindahkan ke Nanggroe Aceh Darussalam. Padahal sebelumnya santer disebut-sebut, seluruh tersangka akan dibawa ke Jakarta.
Kelima tersangka dibawa ke NAD untuk penyidikan lebih lanjut dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) selama bersembunyi. Kelimanya masing-masing, Komarudin alias Musa warga Bandar Lampung, Ibrahim alias Deni warga Sidoarjo Jawa Timur, Bayu alias Budi, Pandu alias Abu Asma warga Solo, dan Abu Musa asal Magetan Jawa Tengah. Sedangkan satu tersangka, Yusuf Arifin asal Bandar Lampung, masih dirawat karena menderita demam tinggi.
Di NAD, tim Penyidik Gabungan Mabes Polri, Polda Sumut dan Polda NAD akan melakukan olah TKP untuk mengetahui sistem persembunyian dan pengaturan strategi para teroris selama dalam persembunyiannya, sekaligus juga untuk mengungkap keberadaan jaringan teroris.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol H Baharuddin Djafar, Senin pagi, mengatakan, seluruh tersangka diberangkatkan dengan Susi Air. Menurut Baharuddin, polisi membawa lima tersangka teroris ke Aceh untuk melihat lokasi pelatihan mereka.
Saat pemberangkatan kelima tersangka, sempat terjadi perselisihan antara wartawan yang ingin meliput dengan petugas PT Angkasa Pura II dan prajurit Lanud Medan yang berjaga-jaga di depan gerbang bagian kargo. Puluhan wartawan sempat dilarang melakukan liputan dan hanya diperbolehkan memantau saat kelima tersangka memasuki bagian kargo Bandara Polonia Medan dengan kendaraan taktis Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumut. Sebanyak 10 orang personil Densus 88 mengawal keberangkatan mereka. Untuk menenangkan, Baharudin meminta wartawan memahami peraturan di Bandara Polonia Medan.
Polda Sumut masih memburu dua tersangka bernama Ali dan Usman, Keduanya berciri-ciri rambut pendek dan berbadan tegap dan mengenakan kaos oblong. Siapa saja yang memiliki informasi mengenai keberadaan kedua orang ini, diharapkan untuk segera melaporkan kepada polisi.
Foto: Markus
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail













