Limbah Elektronik Ancam Bumi
Kemajuan teknologi ternyata akan memunculkan persoalan baru. Paling tidak, meningkatnya penggunaan berbagai gadget dan peralatan elektronik di negara sedang berkembang selama sepuluh tahun ke depan akan menimbulkan dampak lingkungan yang serius berupa sampah elektronik!
Badan Lingkungan Hidup PBB (UNEP) pada pertemuan eksekutif lembaga itu di Bali, Senin (22/2), mengingatkan bahwa jika tidak ada strategi jitu untuk menangani limbah dan sampah elektronik di negara-negara sedang berkembang, maka TV bekas, kulkas rusak, telepon genggam, baterai, sampah komputer, dan barang-barang elektronik tak terpakai lainnya akan menjadi ancaman serius bagi lingkungan hidup.
Ditinjau dari aspek ekologi dan kesehatan, meningkatnya penggunaan barang-barang elektronik akan memunculkan sampah jenis baru yang akan memenuhi tempat pembuangan ampah akhir. Apalagi bahan-bahan pembuat dan bekas sprare part aneka gadget itu termasuk benda yang sulit terurai. Penanganan sampa jenis ini akan menjadi persoalan yang menuntut biaya tinggi. Berbeda dengan negara maju yang secara finansial sangat mampu untuk menggunakan dan menerapkan sistem penghancur atau sistem kelola sampah modern berteknologi tinggi yang biayanya selangit.
Berdasarkan data pendahuluan, aneka sampah dan limbah elektronik diperkirakan akan memenuhi Bumi dengan tingkat percepatan rata-rata 36 juta metrik ton setahun. China menghasilkan sampah elektronik terbesar kedua sampai 2,3 juta metrik ton per tahun, setelah Amerika Serikat sebagai yang terbanyak dengan tingkat buangan 3 juta metrik ton per tahun.
Direktur Eksekutif UNEP Achim Steiner mengatakan bahwa dunia sangat menderita dengan meledaknya penggunaan produk teknologi modern semacam TV, komputer, telepon genggam, dan barang elektronik lainnya yang akan memunculkan tumpukan limbah dalam beberapao puluh tahun terakhir.
Laporan UNEP memprediksi, dalam dua puluh tahun ke depan tingkat buangan limbah elektronik ini akan membanjiri negara sedang berkembang paling tidak akanmenjadi persoaln lingkungan terbesar pada tahun 2020.
Sementara pengoperasian fasilitas daur ulang sampah elektronik yang ada di negara sedang berkembang sangat minim dan tak mampu menampung semua limbah tersebut, sementara penambahan peralatan baru dengan teknologi yang lebih canggih akan terkendala budget secara finansial.
Inilah persoalan lingkungan baru yang menuntut antisipasi secepatnya sebelum semuanya terlambat.*
Popularity: 2% [?]
**Selamat Datang Kembali! Download Medan Talk BlackBerry Launcher". Jangan lupa Daftar Gratis untuk Berita Medan terbaru dan Silakan berikan komentar anda di posts**
Berita Cerita Berkaitan
Berita Terkait
- apa itu limbah elektronik
- limbah elektronik
- cerita limbah
- limbah peralatan elektronik











