
Darah olahraga Gubsu H Syamsul Arifin SE memang masih sangat kental mengalir pada dirinya. Hal ini dibuktikan ketika Gubsu secara spontan memesankan kepada Ketua Umum KONI Sumut H Gus Irawan SE Ak MM untuk langsung memberi “ingot-ingot” kepada Lindswell dan Charles Susanto, dua pewushu asal Sumut yang menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia di Kejuaraan Dunia Wushu 2009 di Toronto Kanada.
Penyerahan “ingot-ingot” disaksikan Ketua Komisi E DPRD Sumut Brilian Moktar SE dan Ketua Umum PB WI sekaligus Ketua Umum Pengprov WI Sumut Master Supandi Kusuma, usai makan malam bersama, setelah para atlet dan rombongan mendarat di Bandara Polonia Medan, Senin (1/11) malam.
Lindswell yang menyumbangkan 1 medali emas (Taiji Quan) dan 1 perunggu (Taiji Jian), mendapat “ingot-ingot” Rp 20 juta, sementara Charles yang meraih 1 medali perunggu (Qiang Shu) mendapat Rp 5 juta.
“Kami berharap jangan dilihat dari jumlah “ingot-ingot” yang diberikan, tapi ini adalah bukti besarnya atensi Gubsu H Syamsul Arifin terhadap warganya, termasuk atlet yang berprestasi,” kata Gus saat menyerahkan “ingot-ingot” kepada kedua patriot olahraga tersebut.
Gubsu H Syamsul Arifin seperti dijelaskan Kadispora Sumut Parlautan Sibarani SH tidak bisa hadir menyambut kedatangan di Bandara Polonia kemarin malam, karena sedang di Jakarta mendapat penghargaan dari Menteri Keuangan.
Namun walau sedang di Jakarta, tapi hati Gubsu yang mantan atlet tinju itu ternyata ada di Medan. Terbukti ketika Ketua KONI Sumut Gus Irawan Pasaribu SE Ak menelepon bahwa rombongan pewushu telah tiba di Bandara Polonia, H Syamsul Arifin langsung memesankan agar KONI Sumut memberi ingot-ingot.
Sejarah
Ketua Umum PB WI Master Supandi Kusuma yang juga Ketua Umum Pengprov WI Sumut mengaku bangga atas prestasi yang ditorehkan Lindswell, sebab suksesnya menjadi yang terbaik nomor Taiji Quan di Toronto Kanada, adalah emas pertama Indonesia di Kejuaraan Dunia tingkat senior.
“Sebelum ini prestasi terbaik Wushu Indonesia di tingkat senior dicatat Zainab dengan raihan medali perak. Tapi kini Lindswell mampu meraih medali emas. Ini adalah sejarah bagi Wushu Indonesia,” ujarnya.
Terimakasih
Lindswell yang tak menyangka akan langsung mendapat “ingot-ingot” mengucapkan terima kasih atas atensi dan apresiasi yang diberikan. Gadis berusia 18 tahun ini juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendoakannya sehingga berhasil meraih 1 medali emas dan 1 perunggu.
“Saingan sebenarnya cukup berat,terutama dari China, Malaysia, Jepang dan Taiwan. Tapi saya ingat pesan Master Supandi Kusuma untuk berupaya memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara,” jelasnya.
“Target khusus dari PB WI tidak ada.Tapi pesan Master Supandi upayakan tampil sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik.Dan syukurnya menjadi kenyataan,” ujarnya lagi.
Lindswell lebih lanjut membenarkan, ia tak ingin larut dengan kemenangan, sebab ia masih terobsesi meraih medali emas di SEA Games Laos Desember 2009, setelah pada SEA Games Nakhon Ratchasima 2007 lalu gagal menjadi yang terbaik. (Sumber: Analisa)
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












