9
February , 2012
Thursday
jjgrosir
Pamera mobil
macanlink-web-600px
blackberry shop
kartu diskon
kost modern medan
macan delivery
<< >>
Posted by Dedi Coky | Medan Talk On March - 23 - 2011

jjgrosir

Perayaan semarak seratus tahun industri kelapa sawit nasional tinggal akan kembali digelar pada 28-39 Maret 2011 di Balai Sidang Tiara mendatang ini. Melalui event ini diharapkan mampu mendorong pembangunan kelapa sawit. Salah satunya adalah program lintas batas produktiftas petani.

“Melintas batas produktifitas adalah sesuatu hal yang mungkin. Tinggal bagaimana kita mau melaksanakannya. Dengan target lima tahun, program pencapaian tahun 2016 bisa diwujudkan. Apalagi ini sesuai dengan tema kita ‘Sawit Sahabat Rakyat’,” ucap Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut Balaman Tarigan menanggapi perayaan ajang tahunan bertema “Sawit Sahabat Rakyat” tersebut, belum lama ini.

Didampingi sekretaris Timbas P Ginting dan bendahara Laksamana Adiyaksa, Balaman mengemukakan, lewat perhelatan dirangkum dalam konferensi dan pameran seputar industri kelapa sawit itu, Gapki akan mendesak Menteri Pertanian membuat program lintas batas produksi yakni skema produktifitas 3526.

“Artinya, produksi petani ditingkatkan menjadi 35 ton per hektar per tahun tandan buah segar (TBS-red) dengan randemen (kadar minyak) 26 persen,” terang Balaman.

Balaman menyebut, dengan tingkat produktifitas buah petani (TBS) hanya 18 ton per hektar per tahun, dan randemen rata-rata 20-22 persen, diharapkan semakin ditingkatkan lewat hadirnya program itu. Apalagi seiring rencana peningkatan produksi CPO dari saat ini sekitar 23 juta ton hingga 40,25 juta ton di tahun 2020 mendatang.

Perayaan semarak seratus tahun kelapa sawit itu dihadiri sejumlah negara terutama produsen kelapa sawit dunia, dijadwalkan bakal dihadiri Menko Perekonomian, Mendag, Mentan dan Menneg BUMN. Di samping itu, para pekebun, lembaga pendukung, regulator, instansi pemeritah, penyedia jasa barang dan bisnis kelapa sawit dipastikan ikut terlibat.

Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Anizar Simanjuntak mengatakan, petani siap mendukung dengan rencana program 3526. Hanya saja, lanjut dia, perlu diperhatikan apakah petani mandiri, benar-benar mampu mempersiapkan diri.

“Kalau kita perhatikan saat ini terdapat perbedaan produksi dan randemen antara petani mandiri dan petani plasma. Jika mandiri hanya mampu menghasilkan 18 ton per hektar dengan tingkat randemen berkisar 20 persen, petani mandiri bisa lebih dari situ yakni di atas 22 ton dengan randemen di atas 22 persen. Ini artinya, jika ingin mewujudkan itu, petani mesti benar-benar didukung,” kata Anizar.

Data Apkasindo merinci, dari total luasan areal lahan perkebunan kelapa sawit nasional, perusahaan besar nasional (PBN) memiliki 632.485 ha (7 persen), perkebunan besar swasta nasional (PBSN) menguasai 4,52 juta ha (53 persen) dan perkebunan rakyat seluas 3,26 juta hektar (38,7 persen).

Popularity: unranked [?]

Berita Cerita Berkaitan

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Silakan Berikan Komentar




Copyright by: MedanTalk.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | All rights reserved Worldwide.