Dua perupa muda Medan, Deppi Tarigan dan Yanal Desmond menggelar pameran seni rupa bertajuk “Lipatan Karisma” di Gedung GMKI, Jalan Gajah Mada, Medan. Pameran dibuka Jumat (12/3) sore kemarin dengan penampilan rapper Medan, Ucok Munthe dkk. Pameran yang akan digelar hingga 24 Maret 2010 ini menghadirkan 12 karya seni rupa, baik lukisan maupun seni instalasi.
Yanal dan Deppi merupakan dua perupa Medan yang belajar seni rupa di Universitas Negeri Medan. Kedua perupa ini tergabung dalam komunitas seni “Sahala”. Sebelumnya, kedua perupa ini pernah memamerkan sejumlah karya seninya di Galeri Tondi Medan, galeri seni yang pernah aktif menggelar pameran seni rupa secara rutin di Medan.
Dalam pameran kali ini, Deppi dan Yanal memamerkan sejumlah karya seni yang berangkat dari keseharian hidup, budaya dan persoalan kekinian. Misalnya, Deppi yang mengangkat fenomena musik Karo yang dianggapnya makin lama makin tergeser oleh pola hidup instan.
Ide ini dituangkannya dalam lukisan di atas kanvas dengan judul “Hilangnya Musik Budaya Karo”. “Saya cemas kalau suatu saat nanti musik tradisi Karo akan musnah karena organ tunggal. Harusnya budaya kita bisa diperkuat dengan cara menyatukannya dengan pola hidup modern. Tidak harus meninggalkannya.” ujar Deppi menjelaskan lukisan yang bergaya gravity itu.
Sementara, Yanal Desmond mencoba mengeksplorasi persoalan “muda dan tua”, yang menurutnya sering bertentangan. Ide ini ia ekspresikan dengan karya mix media berjudul “Hidup Lingkaran Hidup” yang terdiri dari dua karya.
“Saya ingin menunjukkan bahwa yang tua selalu merasa dirinya yang paling hebat, tanpa memberikan kesempatan kepada yang muda,” ujar Yanal.
Ada pun tema “Lipatan Karisma” menurut keduanya, merupakan ungkapan mengenai konsistensi dalam berkarya. Ibarat buku, semakin sering dilipat semakin tajam. “Begitu juga dengan berkarya, kita ingin menunjukkan bahwa kami ingin terus berkarya,” kata Yanal.
Popularity: 1% [?]
RSS Feeds
Twitter
Facebook
E-Mail












